Bupati Ende Lakukan Simulasi Pelatihan Numerasi Metode Gasing
- 17 Sep 2025 08:19 WIB
- Ende
KBRN, Ende: Bupati Ende Yosef Benediktus Badeoda bersama Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Ende, Matildis Mensi Tiwe, melaksanakan simulasi pelatihan numerasi berbasis permainan Gasing di Kecamatan Maukaro, pada Rabu (15/9/2025). Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan metode pembelajaran yang inovatif dan menyenangkan, serta untuk mendukung Program Gerakan Literasi dan Numerasi yang digalakkan oleh pemerintah daerah.
Simulasi pelatihan numerasi ini mengusung konsep yang unik, yaitu menggunakan permainan tradisional Gasing sebagai media pembelajaran matematika. Permainan Gasing, yang merupakan bagian dari budaya lokal, diubah fungsinya menjadi alat untuk melatih keterampilan numerasi dasar, seperti penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian.
Dalam simulasi tersebut, para peserta pelatihan yang terdiri dari guru dan siswa di Kecamatan Maukaro diajarkan bagaimana menggunakan gasing untuk menyelesaikan soal-soal numerasi dengan cara yang menyenangkan. Misalnya, dengan menghitung jumlah putaran gasing dan menjadikannya sebagai acuan dalam menghitung angka-angka.
Bupati Ende, Yosef Benediktus Badeoda, dalam sambutannya mengungkapkan bahwa pendidikan adalah fondasi utama bagi pembangunan daerah dan bangsa.
“Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Ende dengan pendekatan yang inovatif dan sesuai dengan karakteristik budaya lokal. Pelatihan numerasi Gasing ini adalah contoh bagaimana kita dapat memanfaatkan potensi budaya untuk menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan efektif,” ujarnya.
Bupati Yosef juga menambahkan kegiatan ini sangat penting untuk memperkenalkan kepada para pelajar bahwa matematika bukanlah sesuatu yang membosankan. Matematika bisa dipelajari melalui cara-cara yang menarik dan relevan dengan kehidupan sehari-hari.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Ende, Matildis Mensi Tiwe, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan literasi dan numerasi anak-anak di daerah.
“Selain memberikan pengetahuan teori, kami ingin memberikan pengalaman langsung yang membuat anak-anak lebih mudah memahami konsep numerasi. Dengan menggunakan permainan tradisional seperti gasing, kami berharap anak-anak dapat lebih tertarik dan termotivasi dalam belajar,” ujar Mensi Tiwe.
Menurutnya keberhasilan program ini juga sangat bergantung pada peran aktif guru dalam mengimplementasikan metode ini di kelas-kelas mereka. Oleh karena itu, pelatihan ini juga diikuti oleh sejumlah guru yang akan menjadi penggerak utama dalam menyebarluaskan metode numerasi gasing di sekolah-sekolah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....