DPRD Nagekeo, ITB, Yayasan Litara Gelar Pelatihan Literasi
- 22 Mei 2025 16:39 WIB
- Ende
KBRN,Nagekeo: Komitmen meningkatkan budaya literasi di wilayah terdepan, tertinggal, dan terluar (3T) terus digencarkan. Sekretaris Komisi II DPRD Kabupaten Nagekeo, Kosmas Lawa Bagho, bersama Direktur Inovasi NTT menggandeng Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Yayasan Litara Bandung untuk menyelenggarakan pelatihan kolaboratif penguatan literasi komunitas pedesaan.
Kegiatan ini berlangsung pada 14–15 Mei 2025 dan menyasar tiga desa di Kabupaten Nagekeo, yakni Desa Nagerawae, Desa Focodolorawe, dan Desa Alorawe. Pelatihan diikuti oleh masyarakat umum dan para siswa-siswi dengan tujuan meningkatkan kemampuan membaca, menulis, dan berhitung (calistung) serta menumbuhkan budaya literasi sejak dini.
“Kegiatan ini diharapkan dapat membangun budaya literasi melalui gemar membaca, menulis, dan berhitung di kalangan peserta didik serta masyarakat pedesaan,” ujar Kosmas saat diwawancarai RRI, Senin (19/5/2025).
Pelatihan tersebut menghadirkan dua narasumber utama, Ir. Tubagus Furqhon Sofhani, M.A., Ph.D., selaku Ketua Kegiatan Pengabdian Masyarakat Skema Button-Up 2025 dari ITB Bandung. Narasumber lainnya Sofie Dewayani, Ph.D., Direktur Riset dan Pengembangan Yayasan Litara Bandung.
Kosmas menjelaskan kegiatan ini merupakan pilot project pengembangan literasi komunitas di Nusa Tenggara Timur. “Kami berharap ini menjadi langkah awal menuju lahirnya generasi terdidik yang memiliki keterampilan komunikasi yang baik,” katanya.
Selama sembilan bulan ke depan, program ini akan dilanjutkan dengan pendampingan intensif kepada masyarakat. DPRD Nagekeo saat ini juga tengah menggodok Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Akselerasi Budaya Literasi sebagai payung hukum untuk mendukung gerakan literasi di daerah tersebut.
Sementara itu, Ir. Tubagus dari ITB menyatakan keterlibatan pihaknya merupakan wujud nyata dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi. “Kami berkomitmen untuk memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan literasi di daerah 3T ini,” ucapnya.
Pelatihan ini tidak hanya berfokus pada peningkatan pengetahuan dasar, tetapi juga bertujuan memfasilitasi komunikasi antarkomunitas dalam berbagi pengalaman serta praktik baik terkait pendidikan literasi. Dengan inisiatif ini, Kabupaten Nagekeo diharapkan dapat menjadi pionir dalam pengembangan literasi di wilayah Nusa Tenggara Timur.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....