DPRD Sikka Geram, Bupati dan Wakil Bupati Mangkir Rapat
- 15 Apr 2025 08:08 WIB
- Ende
KBRN, Sikka: Rapat Kerja DPRD Sikka yang digelar pada Senin (14/4/2025) diwarnai ketegangan. Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago dan Wakil Bupati Simon Subandi Supriadi absen dari forum penting tersebut.
Rapat yang diagendakan membahas krisis dokter anestesi di RSUD TC Hillers Maumere justru ditinggalkan oleh kepala daerah. Ketiadaan keduanya memicu kegeraman para legislator yang menilai pemerintah tidak menghargai DPRD.
Meski tak hadir langsung, Bupati Sikka mengutus Sekretaris Daerah Adrianus Firminus Parera sebagai perwakilan. Sekda menjelaskan bahwa Bupati dan Wakil Bupati sedang mengikuti rapat virtual terkait inflasi nasional.
Namun alasan itu tidak diterima begitu saja oleh para anggota dewan. Sekretaris Fraksi Partai Perindo Marthen Luther Adji menyebut rapat menjadi tidak maksimal tanpa kehadiran pengambil keputusan utama.
"Kalau hanya Sekda yang hadir, nanti bisa dibilang offside. Harusnya Bupati atau Wabup yang datang," kritik Marthen. Ia bahkan mengusulkan agar rapat ditunda demi efektivitas.
Nada keberatan juga datang dari Wakil Ketua Fraksi Partai NasDem Yosef Nong Soni. Ia mengeluhkan Sekda kerap menolak menjawab pertanyaan karena alasan kewenangan yang terbatas.
Direktur RSUD TC Hillers dr. Clara Francis dan Plt Kadis Kesehatan Petrus Herlemus hadir dalam rapat, meski Petrus datang terlambat. Sementara dr. Remidason Riba hadir setelah mengurus administrasi penugasan ulang.
Satu lagi dokter anestesi yang diundang, dr. Erfleniati Jati, tidak bisa hadir langsung karena sedang menjalankan tugas di RSU Bajawa. Namun ia berjanji tetap mengikuti rapat secara daring.
Ketua Fraksi Partai Perindo Lukas Lero menilai pemerintah seharusnya bisa berbagi tugas. "Masalah inflasi penting, tapi ini juga soal nyawa manusia. Minimal salah satu kepala daerah hadir," ucapnya.
Ketua DPRD Sikka Stef Sumandi menyayangkan sikap eksekutif yang dinilai mengabaikan rekomendasi legislatif. DPRD sejak lama meminta dua dokter anestesi kembali aktif, namun baru kini ditindaklanjuti.
Fransiskus Stephanus Say dari Partai Gerindra menegaskan bahwa persoalan tidak selesai hanya dengan kembalinya dua dokter tersebut. Ia menilai banyak efek lanjutan yang harus dibahas bersama kepala daerah.
Akhirnya, Rapat Kerja dijadwalkan ulang menjadi Selasa (15/4/2025). DPRD Sikka berharap Bupati atau Wakil Bupati hadir langsung demi menyelesaikan masalah dengan tuntas.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....