Distan Sikka Minta Bendungan di Magepanda Segera Dinormalisasi

  • 14 Feb 2025 08:53 WIB
  •  Ende

KBRN, Sikka: Menjadi penyebab langganan banjir, Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) mendesak agar dua bendungan di Kecamatan Magepanda segera dinormalisasi. Dua bendungan yang dimaksud adalah Bendungan Dagelongga Tana Pepa yang terletak di Desa Wodamude dan Bendungan Liba di Desa Magepanda.

Kepala Dinas Pertanian Sikka, Yohanes Emil Satriawan mengatakan bahwa normalisasi bendungan sangat diperlukan karena adanya penumpukan material yang mengakibatkan bendungan tidak mampu menampung air. Setiap kali musim hujan, air pasti meluap dan merusak lahan pertanian warga.

“Setiap kali musim hujan, airnya pasti meluap dan berpengaruh pada tanaman padi warga. Ini terjadi karena bendungan mengalami sedimentasi yang tinggi. Kami minta segera lakukan normalisasi karena sangat berdampak pada lahan pertanian warga,” kata Satriawan, Rabu (19/2/2025).

Satriawan menambahkan bahwa normalisasi bendungan awalnya merupakan kewenangan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) namun saat ini sudah menjadi kewenanagan BWS (Balai Wilayah Sungai) NTT. Pihaknya telah memeberikan informasi dan berkoordinasi dengan Balai Wilayah Sungai, namun hingga saat ini upaya tersebut belum direalisasikan.

“Kalau dulu kewenangannya ada di Dinas PUPR namun sekarang sudah menjadi kewenangan BWS (Balai Wilayah Sungai) NTT,” ujar Satriawan.

Sebelumnya, wilayah Kecamatan Magepanda, Kabupaten Sikka, dilanda banjir selama sepekan terakhir, yang berdampak pada dua desa, yaitu Wodamude dan Magepanda. Data dari Dinas Pertanian Sikka, luas kerusakan tanaman padi akibat banjir di Magepanda tanggal 1 Februari dan 5 Februari 2025 tercatat 41,7 hektar dengan kategori rusak ringan. Dinas pertanian juga menghimbau agar warga masyarakat tidak lagi membuka lahan sawah di daerah bantaran sungai karena berimbas pada terendamnya lahan pertanian jika memasuki musim hujan dengan intensitas hujan yang tinggi.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....