Mobil Tangki Dikerahkan Atasi Krisis Air di Bajawa - Ngada
- 03 Feb 2025 14:06 WIB
- Ende
KBRN, Ngada: Warga Kota Bajawa, Kabupaten Ngada, mengalami krisis air bersih sejak lebih dari seminggu terakhir. Gangguan ini terjadi setelah longsor menimbun jaringan perpipaan di sumber air Mukufoka pada 25 Januari 2025, sehingga pasokan air dari Perumda Air Minum Ngada terhenti.
Untuk mengatasi kondisi tersebut, DPRD Ngada bersama pemerintah daerah melalui instansi terkait mengambil langkah cepat dengan mengerahkan mobil tangki air. Ketua DPRD Ngada, Romi Juji, mengatakan ada sekitar lima unit mobil tangki milik pemerintah akan menyuplai air ke bak penampungan sebelum didistribusikan ke pelanggan melalui jaringan Perumda.
"Mobil tangki dikerahkan memasok air sesuai dengan kapasitas bak penampungan yang tersedia serta menyesuaikan dengan kebutuhan dan jumlah pelanggan," ujar Romi Juji saat diwawancarai RRI Ende, Senin (3/2/2025).
Keputusan ini diambil dalam rapat di Kantor Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Ngada. Rapat tersebut dihadiri Ketua DPRD Ngada, Wakil Ketua, sejumlah anggota DPRD, Asisten II Sekda, serta Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Jhony Dopo dan Direktur Perumda Air Minum Ngada Josef Sua.
Sebagai solusi jangka pendek, pendistribusian air menggunakan mobil tangki akan dimulai pada Selasa (4/2/2025). Selain itu, DPRD Ngada juga mengajak berbagai pihak untuk berkontribusi, seperti dengan menyumbangkan air minum kemasan bagi warga terdampak.
Di sisi lain, tim teknis dari Perumda Air Minum Ngada bersama dinas terkait masih berupaya memulihkan sumber air di Mukufoka. Mereka fokus membersihkan material longsor yang menutupi bangunan jaringan perpipaan, penangkap air serta mengevaluasi kemungkinan kerusakan infrastruktur akibat bencana tersebut.
Romi Juji menegaskan bahwa situasi ini merupakan kondisi darurat yang membutuhkan keterlibatan semua pihak. Ia juga mendorong pemerintah daerah agar menetapkan status siaga darurat bencana agar dapat dilakukan penanganan lebih serius.
"Dengan adanya penetapan, penanganan bisa lebih maksimal, termasuk pengalokasian dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) melalui Belanja Tidak Terduga (BTT)," kata Romi.
Menurut Romi dirinya, jajaran pimpinan DPRD dan anggota DPRD lainnya telah meninjau kondisi sumber mata air di Mukufoka. Pasca peninjauan itulah, mereka mencermati bahwa masalah krisis air bersih di Bajawa perlu mendapat perhatian serius.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....