Tunggakan Warga Onekore Tembus Rp200 Juta, Operasional Perumda Ende Terancam

  • 12 Jun 2026 22:36 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Ende – Manajemen Perumda Air Minum Tirta Kelimutu Ende menghadapi ancaman penurunan likuiditas dan pembengkakan beban operasional akibat tingginya angka tunggakan pelanggan di Kelurahan Onekore yang menembus lebih dari Rp200 juta. Krisis piutang ini berpotensi melumpuhkan keberlanjutan distribusi air bersih perkotaan mengingat biaya produksi dan beban listrik bulanan perusahaan kini telah melampaui angka Rp200 juta.

Ironisnya, penumpukan tunggakan masif ini terjadi justru di tengah pemulihan jaringan distribusi air bersih di wilayah Onekore yang baru saja dinormalisasi pada Mei 2026 setelah bertahun-tahun macet. Mandeknya sirkulasi modal akibat kelalaian bayar dari ribuan pelanggan rumah tangga ini otomatis memotong anggaran ekspansi pipa sambungan baru bagi masyarakat marginal yang belum terlayani.

"Pelayanan air minum bagi masyarakat Onekore kini kembali normal dan sangat dirasakan manfaatnya oleh warga. Namun, beban tunggakan juga dapat menghambat rencana ekspansi layanan air bersih ke wilayah yang belum terlayani," tegas Lurah Onekore, Kwirinus Viktor Bae, saat membuka sosialisasi formal bersama Forum Pelanggan di Aula Kantor Lurah Onekore. Dirinya mengingatkan bahwa entitas perusahaan daerah tetap membutuhkan profitabilitas yang sehat agar perawatan mesin pompa tidak terhenti.

Sikap abai sebagian kelompok pelanggan ini memicu ketidakadilan bagi warga kawasan penyangga yang hingga kini masih mengandalkan air tangki eceran berbiaya mahal. Penguatan pengawasan dan penagihan aktif di lapangan kini menjadi opsi mutlak yang diambil manajemen baru di bawah kepemimpinan Heribertus Gani guna menyelamatkan kas daerah dari kerugian struktural.

Kepatuhan finansial publik menjadi penentu tunggal apakah hak atas air bersih di Kabupaten Ende dapat terpenuhi secara merata atau kembali lumpuh akibat defisit operasional. Melalui edukasi lintas tokoh adat dan masyarakat ini, warga dituntut sadar bahwa setiap tetes air yang mengalir ke rumah mereka memiliki konsekuensi biaya produksi yang wajib diselesaikan demi hajat hidup bersama.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....