Nilai Tukar Petani NTT Naik 1,21% di September 2024

  • 10 Okt 2024 22:02 WIB
  •  Ende

KBRN Ende:Nilai Tukar Petani (NTP) di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) meningkat sebesar 1,21% pada September 2024, menurut laporan terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS). Kenaikan ini disebabkan oleh harga komoditas pertanian yang lebih tinggi dibandingkan harga barang konsumsi rumah tangga dan barang modal yang dibeli petani.

Kepala BPS NTT, Matamira B. Kalle, menjelaskan kepada rri.co.id pada Kamis (10/10/2024) bahwa NTP adalah indikator penting untuk mengukur keseimbangan antara pendapatan petani dari penjualan produk pertanian dan pengeluaran mereka. Peningkatan NTP umumnya mencerminkan daya beli yang lebih baik di kalangan petani.

BPS juga mencatat bahwa peningkatan ini terjadi di beberapa subsektor, termasuk tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, dan perikanan. Meski begitu, tantangan seperti biaya produksi dan akses ke pasar masih harus diatasi untuk memastikan kesejahteraan petani.

Matamira menambahkan bahwa untuk mengatasi masalah harga komoditas yang menurun ketika panen melimpah, pemerintah sudah melakukan operasi pasar dan menetapkan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) untuk komoditas seperti gabah. Langkah ini diharapkan bisa menjaga stabilitas harga.

Selain itu, penggunaan teknologi dalam pertanian dianggap penting untuk menekan biaya produksi dan meningkatkan efisiensi, sehingga keuntungan petani dapat bertambah. "Petani muda harus didorong untuk terlibat dalam pertanian modern dengan inovasi baru," ujarnya.

Dengan langkah-langkah ini, pemerintah dan petani di NTT diharapkan dapat terus meningkatkan NTP di masa mendatang, yang akan berdampak positif pada kesejahteraan petani di wilayah tersebut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....