Ramadan Jadi Alarm: Banyak Umat Baca Al-Qur’an Tanpa Makna
- 19 Mar 2026 12:11 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Ende – Fenomena membaca Al-Qur’an tanpa memahami maknanya masih terjadi di tengah masyarakat. Kondisi ini menjadi sorotan karena dinilai dapat mengurangi pemahaman umat terhadap pesan moral dalam kitab suci.
Hal tersebut disampaikan Penyuluh Agama Islam Kemenag Ende, Fathur Rahman Ola, dalam Dialog Ramadan Pro 1 RRI Ende, Selasa, 24 Februari 2026.
Menurut Fathur, Al-Qur’an tidak hanya untuk dibaca, tetapi harus dipahami agar ajarannya dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Al-Qur’an tidak hanya dibaca, tetapi harus dipahami agar ajarannya dapat diterapkan dalam kehidupan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, membaca tanpa memahami makna ayat berpotensi membuat pesan Al-Qur’an tidak tersampaikan secara utuh. Karena itu, masyarakat didorong untuk mempelajari tafsir agar dapat memahami isi kandungan Al-Qur’an secara benar.
Momentum Ramadan, lanjutnya, menjadi waktu yang tepat untuk memperbaiki kualitas interaksi dengan Al-Qur’an. Tidak hanya memperbanyak bacaan, tetapi juga memperdalam pemahaman dan pengamalan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.
| Baca juga: Puasa sebagai Perisai Emosi dan Karakter |
Fathur menilai, pemahaman Al-Qur’an berperan penting dalam membentuk karakter masyarakat yang religius serta berakhlak baik.
“Pemahaman Al-Qur’an penting untuk membangun kehidupan sosial yang harmonis,” katanya.
Melalui momentum Ramadan, masyarakat diharapkan tidak hanya fokus pada kuantitas ibadah, tetapi juga kualitas pemahaman, sehingga Al-Qur’an benar-benar menjadi pedoman hidup.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....