BNPB Klarifikasi Data 94 Korban Meninggal Pascagempa Flores

  • 18 Sep 2026 09:51 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Ende – BNPB mengklarifikasi data 94 warga yang sebelumnya tercatat sebagai korban meninggal pascagempa Flores.

Hasil verifikasi dan validasi bersama Kementerian Kesehatan menunjukkan 94 warga tersebut tidak meninggal akibat trauma fisik langsung dari gempa.

Klarifikasi dilakukan melalui verifikasi dan validasi terpadu di tujuh kabupaten terdampak gempa.

BNPB menyatakan 94 warga tersebut tidak meninggal akibat trauma fisik maupun reruntuhan bangunan akibat gempa.

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan (Kapusdatinkom) BNPB, Berton SP Panjaitan, mengatakan sebagian besar warga tersebut merupakan lanjut usia.

Menurut Berton, mereka meninggal akibat komplikasi penyakit kronis yang telah diderita sebelumnya, termasuk stroke dan diabetes melitus.

Berton mengatakan penanganan medis telah dimaksimalkan melalui fasilitas kesehatan dan pos kesehatan terpadu.

BNPB memastikan pelayanan dasar dan kesehatan bagi penyintas tetap diberikan secara optimal di wilayah terdampak.

Sejak hari pertama, BNPB juga mengaktifkan pos dukungan logistik di Labuan Bajo dan Maumere.

Bantuan medis, obat-obatan, dan peralatan kebutuhan pengungsi terus didistribusikan ke wilayah terdampak.

Dukungan tersebut diberikan kepada pengungsi di lokasi terpusat maupun tempat pengungsian mandiri.

BNPB memastikan distribusi bantuan terus dilakukan sesuai kebutuhan para penyintas gempa.

BNPB juga menyampaikan permohonan maaf apabila dinamika informasi sebelumnya menimbulkan kekhawatiran dan spekulasi di masyarakat.

BNPB mengajak masyarakat terus memberikan dukungan dan doa bagi proses pemulihan masyarakat terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....