IAI Dorong Arsitek Terlibat dalam Pemulihan Pascagempa Flores
- 16 Sep 2026 09:39 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Manggarai Barat - Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) mendorong keterlibatan arsitek secara langsung dalam proses pemulihan wilayah terdampak gempa di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Keterlibatan tersebut tidak hanya dalam merancang bangunan, tetapi juga bekerja bersama masyarakat untuk memastikan pembangunan kembali rumah, fasilitas publik, dan ruang hidup dilakukan secara aman, manusiawi, serta sesuai dengan kondisi dan kearifan lokal.
Ketua IAI NTT, Luiz Wilson, mengatakan prinsip tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) IAI 2026 yang digelar di Labuan Bajo, Manggarai Barat.
“Prinsipnya, arsitek tidak datang hanya untuk memberikan solusi kepada masyarakat, tetapi bekerja bersama masyarakat,” ujar Luiz dalam pembukaan Rakernas IAI 2026 di Labuan Bajo, Selasa 15 September 2026.
Menurutnya, Rakernas IAI 2026 menjadi ruang pertemuan antara profesi arsitek, pemerintah, masyarakat penyintas bencana, akademisi, komunitas, pelaku konstruksi, hingga generasi muda untuk bersama-sama menyusun langkah pemulihan Flores.
Wakil Menteri Pekerjaan Umum, Diana Kusumastuti, mengatakan peran arsitek semakin penting di wilayah seperti Flores yang memiliki risiko gempa cukup tinggi.
“Risiko bencana juga harus menjadi bagian di setiap tahapan pembangunan, mulai dari perencanaan, desain, pembangunan sampai hingga pada pemeliharaan,” kata Diana.
Diana juga meminta para arsitek memastikan perencanaan dan pembangunan mengikuti standar ketahanan gempa yang berlaku. Menurutnya, pengalaman gempa Flores harus menjadi pembelajaran untuk menghasilkan bangunan yang lebih aman dan tangguh.
Ia menekankan, pembangunan kembali pascabencana harus dilakukan dengan prinsip build back better, didukung data kerusakan yang akurat dan penerapan standar konstruksi secara konsisten.
Sementara itu, Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi, menyambut kehadiran IAI di Labuan Bajo dan berharap para arsitek dapat ikut memberikan kontribusi dalam proses pemulihan wilayah terdampak gempa di Flores.
“Harapannya jangan cepat-cepat pulang, karena spot wisata, para pelaku UMKM, begitu juga jasa akomodasi lainnya sedang menanti kehadiran Bapak/Ibu sekalian,” ujar Edistasius.
Rakernas IAI 2026 mengusung tema #IAIHadir – Bersama Bergerak Indonesia Berdampak dan berlangsung pada 12 hingga 18 September 2026. Sejumlah kegiatan dijadwalkan dalam rangkaian Rakernas, di antaranya seminar Architecture for Resilience, Recovery, and Humanity, Build Back Better Workshop, serta Kite for Hope bersama anak-anak dan masyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....