BNPB Terima Bantuan Khusus Perempuan Anak Korban Gempa Flores

  • 24 Agt 2026 09:16 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Jakarta : Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menerima bantuan khusus untuk perempuan dan anak-anak korban gempa magnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT), Minggu 23 Agustus 2026. Bantuan seberat 46,6 ton tersebut berasal dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) bersama sejumlah mitra pembangunan, organisasi masyarakat, dan dunia usaha.

Bantuan selanjutnya akan dikelola BNPB untuk disalurkan kepada warga terdampak di tujuh kabupaten di NTT. Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh Menteri PPPA Arifatul Choiri Fauzi kepada Deputi Bidang Sistem dan Strategi BNPB Raditya Jati di Pos Pendukung Logistik Nasional BNPB, Halim Perdanakusuma, Jakarta.

Menteri PPPA Arifatul Choiri Fauzi mengatakan, bantuan tersebut disiapkan berdasarkan pemetaan kebutuhan khusus perempuan dan anak di wilayah terdampak gempa. Menurutnya, kebutuhan perempuan dan anak dalam situasi bencana memiliki karakteristik berbeda sehingga harus mendapat perhatian khusus dalam penanganan darurat.

“Kami mengidentifikasi adanya kebutuhan mendesak yang spesifik bagi perempuan dan anak yang harus segera dipenuhi,” ujar Arifatul.

Bantuan yang disiapkan mencakup kebutuhan nutrisi dan pangan untuk balita serta anak, air minum kemasan, makanan olahan, dan logistik siap saji. Untuk kebutuhan perempuan dan bayi, bantuan juga meliputi popok bayi, pembalut, sabun, pasta dan sikat gigi, serta losion antinyamuk.

Bantuan tersebut ditujukan untuk mendukung kebutuhan kebersihan, sanitasi, dan kesehatan selama berada di lokasi pengungsian. Selain itu, bantuan nonpangan mencakup pakaian anak dan dewasa, mukena, abaya, handuk, selimut, sarung, serta buku edukasi psikososial seperti buku cerita dan buku mewarnai.

Jenis bantuan tersebut ditentukan setelah Kemen PPPA berkoordinasi dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Provinsi NTT serta pemerintah di tujuh kabupaten terdampak. Hasil pemetaan kebutuhan kemudian dibahas bersama para mitra pembangunan dan dunia usaha.

Respons cepat dari para mitra menghasilkan bantuan yang dihimpun dalam jumlah besar untuk memenuhi kebutuhan spesifik perempuan dan anak. Sejumlah mitra yang terlibat antara lain APSAI, APNIA, Danone, APJI, Muslimat NU, PWKI, IWAPI, Unilever, PERKIN, dan Nestlé.

Arifatul menegaskan, penanganan bencana membutuhkan kerja sama berbagai pihak. Kolaborasi tersebut diperlukan agar kebutuhan kelompok rentan tidak terabaikan.

“Penanganan bencana tidak bisa dilakukan sendiri, butuh kolaborasi dan sinergi yang solid serta efektif,” katanya.

BNPB selanjutnya berkoordinasi dengan Pos Pendukung Logistik di Labuan Bajo dan Maumere, Kemen PPPA, serta otoritas terkait untuk memastikan bantuan khusus perempuan dan anak tersebut dapat didistribusikan dengan aman, lancar, dan tepat sasaran. Kolaborasi lintas sektor ini diharapkan tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan dasar perempuan dan anak selama masa tanggap darurat, tetapi juga mendukung perlindungan dan pemenuhan hak mereka hingga proses pemulihan pascabencana.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....