13 Puskesmas di Manggarai Barat Masih Layani Pasien di Luar Gedung Pascagempa

  • 01 Sep 2026 08:11 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Manggarai Barat - Pelayanan kesehatan di Kabupaten Manggarai Barat terus dipulihkan pascagempa bumi yang melanda wilayah Flores. Saat ini, aktivitas pelayanan di RSUD Komodo telah kembali normal dan seluruh layanan sudah dilakukan di dalam gedung.

Kepala Dinas Kesehatan Manggarai Barat, Theresia Primadona Asmon, mengatakan seluruh aktivitas pelayanan di RSUD Komodo telah kembali berlangsung di dalam gedung sejak Minggu 30 Agustus 2026.

“RSUD Komodo itu sudah beraktivitas normal. Semuanya sudah ada di dalam gedung sejak kemarin, dan hari ini praktis seluruh aktivitas pelayanan kesehatan ada di dalam gedung,” ujar Theresia, saat ditemui media Senin 31 Agustus 2026.

Sementara itu, masih terdapat 13 puskesmas di Manggarai Barat yang sebagian pelayanannya harus dilakukan di luar gedung. Kondisi tersebut berdasarkan hasil identifikasi Kementerian Pekerjaan Umum bersama tim Cipta Karya terhadap kondisi bangunan fasilitas kesehatan pascagempa.

Menurut Theresia, dari hasil identifikasi tersebut terdapat fasilitas puskesmas yang masih dapat digunakan secara terbatas, sementara sebagian lainnya tidak diperbolehkan digunakan sama sekali. Untuk memastikan pelayanan kesehatan tetap berjalan, Dinas Kesehatan telah berkoordinasi dengan BPBD Manggarai Barat untuk mengoptimalkan penggunaan tenda sebagai lokasi pelayanan sementara.

“Prinsipnya layanan kesehatan harus terus berjalan. Jadi seluruh layanan sampai nanti ada pembangunan fasilitas puskesmas itu dilakukan di luar,” ungkapnya.

Selain memanfaatkan fasilitas sementara, Dinas Kesehatan juga mengoptimalkan layanan mobile clinic. Tim kesehatan berkeliling ke desa dan kampung terdampak untuk memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat.

Layanan tersebut melibatkan tenaga kesehatan dari puskesmas, relawan Rumah Sakit Kariadi, serta dokter dan tenaga kesehatan lainnya melalui kolaborasi dengan IDI Manggarai Barat. Pelayanan dilakukan secara langsung di wilayah-wilayah yang terdampak gempa.

Lebih lanjut, Theresia menyebut berdasarkan pemantauan pelayanan kesehatan selama beberapa pekan terakhir hingga saat ini, penyakit yang paling banyak ditangani adalah infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), disusul hipertensi.

“Kami sangat senang support dari Kemenkes juga stakeholder lainnya untuk layanan kesehatan itu semakin sangat tinggi, dan itu memberi kenyamanan bagi masyarakat yang kami layani,” ujarnya.

Pihaknya berharap masyarakat terdampak yang belum memperoleh layanan kesehatan dapat segera melapor kepada Dinas Kesehatan maupun fasilitas kesehatan terdekat. Dengan demikian, seluruh warga terdampak dapat mengakses pelayanan kesehatan yang disediakan pemerintah maupun para relawan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....