Bantuan Relawan Ditahan di Jalan, Polri Siap Kawal Penyaluran Bantuan Gempa NTT

  • 22 Agt 2026 11:36 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Manggarai Barat - Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) siap mengawal penyaluran bantuan kemanusiaan kepada para pengungsi mandiri terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT). Pengawalan dilakukan untuk memastikan bantuan dapat diterima masyarakat yang membutuhkan dan mencegah terjadinya tindak pidana dalam proses distribusi.

Kasatgas Humas Operasi Aman Nusa II Penanggulangan Bencana NTT, Kombes Pol Bayu Suseno, mengatakan keberadaan pengungsi mandiri menjadi perhatian karena mereka tidak terkonsentrasi di satu lokasi sehingga pendataan dan pemantauan masih menjadi tantangan.

“Pengungsi mandiri ini tidak terkumpul di satu tempat, tidak ada korlapnya, sehingga kami sendiri juga masih terbatas informasi,” kata Kombes Pol Bayu, saat ditemui RRI di Labuan Babi, Manggarai Barat, NTT, Sabtu 22 Agustus 2026.

Dirinya juga mengimbau tim atau pihak yang membawa bantuan untuk berkomunikasi dengan baik apabila mengalami kendala saat menyalurkan bantuan kepada masyarakat. Menurutnya, bantuan tersebut merupakan bantuan kemanusiaan yang harus diberikan sesuai kebutuhan masyarakat.

“Ini juga bantuan kemanusiaan, sehingga sasarannya sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Bantuan diberikan dengan baik tanpa terjadi suatu tindak pidana yang justru nantinya akan merugikan masyarakat atau pengungsi itu sendiri,” ujarnya.

Ia menegaskan Polri siap memberikan pengawalan terhadap setiap kegiatan penyaluran bantuan, termasuk bantuan yang menyasar lokasi-lokasi terpencil. Pengawalan dapat dilakukan dengan berbagai cara, menyesuaikan kondisi medan di lapangan.

“Polri siap mengawal. Bahkan termasuk kegiatan teman-teman yang mau mengecek ke lokasi yang jauh, ini juga kita kawal. Menggunakan sepeda motor, jalan kaki, kami juga siap mengawal,” ungkap Kombes Pol Bayu.

Selain itu, ia juga mengimbau masyarakat yang mengungsi secara mandiri dan belum menerima bantuan agar segera melaporkan kondisi tersebut kepada perangkat pemerintah setempat. Informasi dapat disampaikan mulai dari kepala desa dan camat untuk kemudian diteruskan secara berjenjang kepada pemerintah di tingkat yang lebih tinggi.

“Manakala belum mendapatkan bantuan, mohon kiranya dapat memberi informasi kepada perangkat pemerintah yang ada, mulai dari kepala desa, kemudian camat, berjenjang ke atas,” katanya.

Menurutnya, laporan tersebut penting agar pemerintah dapat memetakan titik-titik pengungsi mandiri yang belum menerima bantuan. Dengan demikian, bantuan yang datang dapat segera diarahkan dan didistribusikan kepada masyarakat yang membutuhkan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....