Bantuan Beras Tak Perlu Tunggu Administrasi, Bapanas: Jika Butuh Langsung Kirim

  • 19 Agt 2026 18:50 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Manggarai - Pemerintah memastikan penyaluran beras bagi warga terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) tidak terhambat proses administrasi. Jika kebutuhan di posko pengungsian meningkat, Perum BULOG diminta segera menyalurkan bantuan pangan.

Hal tersebut ditegaskan Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Andi Amran Sulaiman, saat meninjau Posko Barang Kolong, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, Rabu 19 Agustus 2026. Ia hadir bersama Direktur Utama Perum BULOG, Letjen TNI (Purn) Ahmad Rizal Ramdhani.

Dirinya juga mengatakan, kebutuhan pangan masyarakat yang terdampak bencana merupakan prioritas dan tidak boleh tertunda hanya karena menunggu kelengkapan administrasi dari pemerintah pusat.

“Bila ada butuh beras, langsung dikirim. Jadi tidak ada ditunda, insyaallah tidak akan ada kekurangan,” ujar Amran kepada media, Rabu sore.

Menurutnya, proses administrasi terkait penyaluran bantuan dapat dilakukan setelah kebutuhan beras di lapangan dipenuhi. Kebijakan tersebut dilakukan karena kebutuhan makan masyarakat, terutama para pengungsi, bersifat mendesak dan tidak dapat ditunda.

“Karena makan itu konsumsi, tidak bisa ditunda,” katanya.

Amran menyebutkan, pemerintah telah menyiapkan sekitar 6.000 ton beras untuk mendukung penanganan masyarakat terdampak bencana. Selain itu, stok beras yang tersedia di NTT mencapai sekitar 39.000 ton.

Adapun dengan jumlah stok tersebut, Amran memastikan kebutuhan beras para pengungsi masih dalam kondisi aman. Pemerintah juga akan terus memantau kebutuhan pangan di posko-posko pengungsian agar penyaluran dapat dilakukan sesuai kebutuhan.

Amran menegaskan, Bapanas dan BULOG akan tetap berada di lapangan untuk memastikan ketersediaan pangan bagi masyarakat terdampak gempa. Ia meminta warga tidak khawatir terhadap pasokan beras selama masa penanganan bencana.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....