BNPB: 53 Orang Meninggal Akibat Gempa NTT
- 16 Agt 2026 20:49 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Ende – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan sebanyak 53 orang meninggal dunia akibat gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT). Data tersebut disampaikan BNPB pada Minggu sore, 16 Agustus 2026.
Deputi Bidang Pencegahan BNPB, Abdul Muhari, mengatakan selain korban meninggal dunia, tercatat 135 orang mengalami luka-luka akibat gempa.
BNPB juga mencatat kerusakan pada sedikitnya 241 rumah, terdiri atas 154 unit rusak berat, 49 unit rusak sedang, dan 38 unit rusak ringan.
Abdul Muhari mengatakan sebagian warga masih bertahan di lokasi pengungsian karena mengalami trauma. Kondisi tersebut juga dipengaruhi masih terjadinya gempa susulan di wilayah terdampak.
Menurutnya, hingga saat ini tercatat 995 kali gempa susulan, namun hanya 46 kejadian yang dirasakan oleh masyarakat.
“Gempa susulan 995 kali, tetapi yang dirasakan masyarakat hanya 46 kali, artinya tidak lebih dari 10 persen. Gempa susulan diperlukan oleh struktur patahan agar bisa stabil. Ini fenomena alam yang harus kita lalui,” kata Abdul Muhari.
Abdul mengimbau masyarakat di wilayah terdampak untuk melakukan pengecekan terhadap kondisi rumah masing-masing, terutama memastikan tidak terdapat kerusakan struktur maupun retakan yang membahayakan.
Ia meminta warga segera melaporkan kondisi rumah yang mengalami kerusakan kepada aparat terdekat agar dapat ditindaklanjuti.
“Kami mengimbau agar warga terdampak untuk melakukan pengecekan rumah masing-masing, apakah ada kerusakan struktur atau retak. Kalau kondisi rumah rusak segera laporkan ke aparat terdekat,” ujarnya.
BNPB menyebut data korban dan kerusakan tersebut akan menjadi dasar pemerintah dalam menentukan langkah penanganan, termasuk proses pemulihan dan rekonstruksi pascabencana.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....