NTT Tetapkan Status Tanggap Darurat Gempa Bumi Selama 14 Hari
- 16 Agt 2026 11:43 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Kupang – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Gempa Bumi selama 14 hari, terhitung mulai 15 hingga 28 Agustus 2026. Penetapan tersebut dituangkan dalam Keputusan Gubernur NTT Nomor 305/KEP/HK/2026 tentang Status Tanggap Darurat Bencana Gempa Bumi di Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Gubernur NTT Melki Laka Lena mengatakan, keputusan tersebut diambil menyusul gempa bumi berkekuatan 7,7 magnitudo yang mengguncang wilayah Flores pada 15 Agustus 2026.
Menurut Melki, gempa tersebut menimbulkan dampak terhadap masyarakat, mulai dari korban jiwa dan luka-luka hingga kerusakan rumah serta sejumlah fasilitas umum. Aktivitas masyarakat di sejumlah wilayah juga turut terganggu.
“Dengan status tanggap darurat ini, kita ingin memastikan bahwa semua sumber daya bisa segera dikerahkan dan seluruh pihak dapat bergerak lebih cepat dan terkoordinasi,” ujar Melki Laka Lena.
Ia mengatakan, Pemerintah Provinsi NTT bersama pemerintah kabupaten, pemerintah pusat, TNI-Polri, Basarnas, BPBD, tenaga kesehatan, dunia usaha, relawan, serta seluruh elemen masyarakat akan terus bekerja bersama dalam penanganan bencana.
Melki menegaskan keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama dalam masa tanggap darurat. Pemerintah memfokuskan penanganan pada pencarian dan evakuasi korban, pelayanan kesehatan, pemenuhan kebutuhan dasar, penyediaan tempat pengungsian, serta pemulihan akses transportasi dan infrastruktur yang terdampak.
Untuk mendukung penanganan tanggap darurat, pemerintah memastikan pembiayaan melalui APBD Provinsi NTT serta sumber pembiayaan lain yang sah dan tidak mengikat.
Gubernur NTT juga meminta masyarakat Flores dan wilayah NTT yang terdampak gempa tidak merasa menghadapi bencana seorang diri. Pemerintah, kata dia, akan terus hadir dan bekerja bersama masyarakat selama masa penanganan darurat.
“Saya ingin menyampaikan kepada seluruh masyarakat Flores dan NTT yang terdampak: jangan merasa sendiri. Pemerintah hadir dan kita akan terus bersama-sama melewati masa sulit ini,” katanya.
Melki mengajak masyarakat tetap tenang, saling membantu, serta mengikuti informasi resmi dari pemerintah, BPBD, BMKG, TNI-Polri, Basarnas, dan instansi terkait.
Menurutnya, kondisi bencana membutuhkan persatuan dan gotong royong seluruh elemen masyarakat agar proses penanganan dapat berjalan secara cepat dan terkoordinasi.
“Dalam situasi seperti ini, yang paling penting adalah kita bersatu, saling menjaga, dan bergerak bersama. Mari kita kuatkan gotong royong. NTT kuat karena kita bersama,” ujar Melki.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....