Bangkai Kapal dan Sampah Penuhi Pesisir Pulau Bajo Labuan Bajo

  • 21 Jul 2026 21:47 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Manggarai Barat – Kawasan pesisir Pulau Bajo di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) dipenuhi tumpukan sampah dan puluhan bangkai kisaran berjumlah 56 kapal wisata belum termasuk speedboat yang diduga telah lama terbengkalai. Kondisi tersebut dinilai mencemari lingkungan sekaligus mengurangi daya tarik kawasan yang memiliki nilai sejarah bagi masyarakat setempat.

Keprihatinan terhadap kondisi itu mendorong sejumlah warga yang peduli Pulau Bajo menggelar aksi bersih-bersih di sepanjang sempadan pantai. Selain mengumpulkan sampah di daratan, para relawan juga menyelam untuk mengangkat sampah yang tertimbun di dasar laut.

Salah seorang warga Labuan Bajo, Fery Adu, mengatakan Pulau Bajo merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari sejarah perkembangan Labuan Bajo sehingga kebersihannya perlu dijaga bersama.

“Kami sebagai warga Labuan Bajo yang lahir di Labuan Bajo sangat prihatin terhadap keadaan dan kondisi sempadan pantai Pulau Bajo saat ini. Pulau ini satu kesatuan dengan daratan Labuan Bajo yang tidak bisa dipisahkan karena memiliki nilai historis. Dulu setiap hari raya masyarakat datang piknik ke sini. Karena kondisinya seperti ini, kami terpanggil untuk membersihkan rongsokan dan sampah-sampah yang ada di sini,” ujarnya saat ditemui di Pulau Bajo, Selasa 22 Juli 2026.

Menurutnya, sampah yang ditemukan didominasi sampah plastik, pecahan botol, kayu bekas bangkai kapal, hingga limbah oli. Ia menyebut kondisi tersebut membuat kawasan sekitar 100 meter dari sempadan pantai tidak lagi layak dimanfaatkan untuk aktivitas wisata.

“Di sini banyak bangkai kapal, pecahan botol, kayu bekas kapal, ada juga oli bekas yang dibuang dari kapal-kapal. Kondisi ini membuat kawasan pantai tidak layak untuk aktivitas wisata,” katanya.

Selain itu, ia mengungkapkan, di kawasan pesisir Pulau Bajo terdapat puluhan kapal yang terbengkalai. Namun, hingga kini sebagian besar pemilik kapal tidak diketahui karena tidak ada pihak yang mengakui kepemilikannya.

“Rata-rata kapal terbengkalai ini pemiliknya tidak mengaku. Kami pernah menanyakan langsung, tetapi ketika didatangi kembali sudah tidak ada yang mengaku. Jumlahnya puluhan kapal,” ungkapnya.

Selain membersihkan sampah di permukaan pantai, para relawan juga harus menyelam untuk mengangkat berbagai material yang tertimbun di dasar laut.

“Beberapa teman sampai harus menyelam mengambil sampah yang tertanam di pasir dasar laut. Kebanyakan berupa potongan kayu bangkai kapal, material kapal, bahkan ada kloset duduk yang dibuang ke laut,” ucap Fery.

Melalui aksi tersebut, Fery berharap seluruh elemen masyarakat, khususnya para pelaku usaha armada laut, dapat bersama-sama menjaga kebersihan kawasan pesisir Pulau Bajo dan tidak lagi membuang sampah maupun limbah kapal di wilayah tersebut.

“Kami berharap seluruh pihak yang ada di Labuan Bajo, terutama pengusaha armada laut, tidak lagi membuang sampah di pantai Pulau Bajo. Kawasan ini harus dijaga bersama karena merupakan bagian dari wajah Labuan Bajo,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....