Kemenkes Kebut Pemerataan Distribusi Dokter Jantung di Ratusan Kabupaten/Kota
- 21 Jul 2026 12:21 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Jakarta – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) bersama Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI) mempercepat pemenuhan dokter spesialis jantung dan pembuluh darah (SpJP). Upaya tersebut menghasilkan peningkatan jumlah dokter dengan kompetensi kardiologi intervensi hingga 3,2 kali lipat dalam enam tahun terakhir.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyampaikan, jumlah dokter SpJP dengan kompetensi kardiologi intervensi meningkat dari 99 orang pada 2020 menjadi 414 orang pada 2026. Peningkatan itu dinilai penting untuk mendukung distribusi alat laboratorium kateterisasi (cath lab) yang kini menjangkau ratusan kabupaten dan kota.
"Begitu alat-alat ini terpasang, masalah yang paling berat adalah masalah tenaganya," kata Budi Gunadi Sadikin saat menghadiri Konvokasi dan Inaugurasi PERKI 2026 di Jakarta, Sabtu, 18 Juli 2026.
Kemenkes juga mempercepat peningkatan kompetensi dokter melalui program fellowship di Tiongkok, Korea Selatan, Jepang, dan Malaysia. Sebanyak 98 dokter telah mengikuti program tersebut, dengan 58 dokter telah kembali bertugas di Indonesia dan 10 dokter lainnya segera diberangkatkan.
Meski demikian, kebutuhan dokter jantung masih jauh dari terpenuhi. Berdasarkan proyeksi Kemenkes, Indonesia membutuhkan 6.801 dokter SpJP pada 2026, sedangkan jumlah yang tersedia baru mencapai 1.639 dokter atau masih mengalami kekurangan sebanyak 5.162 dokter.
Ketua Kolegium Jantung dan Pembuluh Darah, Renan Sukmawan, menegaskan peningkatan jumlah dokter harus diimbangi dengan kualitas lulusan yang setara. "Yang paling penting adalah kualitas lulusannya harus sama melalui ujian nasional (board examination), demi melayani masyarakat di seluruh pelosok negeri," ujarnya.
Kemenkes bersama PERKI dan Kolegium berkomitmen memperkuat pemerataan layanan jantung di Indonesia melalui percepatan pemenuhan dokter spesialis di daerah, pelatihan dokter umum, serta penguatan layanan lanjutan seperti pemasangan alat pacu jantung dan terapi aritmia di tingkat provinsi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....