Kemensos Salurkan Bantuan untuk Korban Gempa Flores Timur

  • 16 Apr 2026 11:32 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Flores Timur - Kementerian Sosial (Kemensos) bergerak cepat menyalurkan bantuan logistik bagi korban gempa bumi di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT). Bantuan tersebut meliputi makanan siap saji, kasur, selimut, sandang untuk anak dan dewasa, hingga tenda darurat.

Pelaksana Tugas Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam (PSKBA) Kemensos, Masryani Mansyur, mengatakan bantuan dikirim dari Gudang Sentra Effata Kupang pada Senin, 13 April lalu. Bantuan tersebut selanjutnya disalurkan ke Dinas Sosial Kabupaten Flores Timur.

“Kami langsung diinstruksikan Pak Menteri untuk secepatnya menyalurkan bantuan Kemensos bagi penanganan bencana gempa bumi di Kabupaten Flores Timur,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu, 16 April 2026.

Diketahui, gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 4,7 mengguncang wilayah Flores Timur pada Rabu (8/4/2026) sekitar pukul 23.17 WIB. Pusat gempa berada sekitar 22 kilometer tenggara Larantuka dengan kedalaman 10 kilometer.

Selain distribusi logistik, Kemensos juga melakukan asesmen dan pendataan terhadap warga terdampak. Pendataan meliputi tingkat kerusakan rumah, fasilitas umum dan sosial, serta kondisi masyarakat secara menyeluruh.

“Kami memastikan lokasi pengungsian berada di area terbuka yang aman dari potensi gempa susulan maupun longsor,” ucapnya menjelaskan.

Upaya penanganan juga diperkuat dengan kehadiran tim medis untuk menangani korban luka ringan serta memantau kondisi kesehatan warga di pengungsian. Kemensos turut menggelar layanan trauma healing, khususnya bagi anak-anak yang mengalami ketakutan akibat gempa dan gempa susulan.

Hingga saat ini, tim gabungan yang terdiri dari dinas terkait, BPBD, TNI, dan Polri masih aktif di lapangan. Mereka mendirikan tenda darurat, menyalurkan bantuan logistik, serta memantau perkembangan situasi.

Secara umum, kondisi di lokasi terdampak mulai terkendali. Meski demikian, proses pemulihan diperkirakan masih membutuhkan waktu, terutama dalam perbaikan rumah warga dan pemulihan kondisi psikologis masyarakat terdampak.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....