Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026, Fenomena Worm Moon di Langit Indonesia
- 28 Feb 2026 19:27 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Ende – Gerhana Bulan Total akan menghiasi langit Indonesia pada 3 Maret 2026 dan bertepatan dengan fase purnama yang dikenal sebagai Worm Moon. Fenomena ini menjadi momen langka karena merupakan gerhana total terakhir yang dapat disaksikan dari Indonesia sebelum 2028.
Peristiwa ini terjadi ketika Bumi berada tepat di antara Matahari dan Bulan, sehingga bayangan inti Bumi (umbra) menutupi seluruh permukaan Bulan. Dampaknya, Bulan akan tampak berwarna merah gelap atau yang populer disebut “Bulan Darah” (Blood Moon).
Istilah Worm Moon berasal dari tradisi penduduk asli Amerika dan dipopulerkan oleh Old Farmer's Almanac. Nama tersebut merujuk pada Bulan Purnama di bulan Maret yang menandai mencairnya tanah di belahan bumi utara dan munculnya kembali cacing tanah sebagai tanda datangnya musim semi.
Secara astronomis, gerhana bulan hanya dapat terjadi saat fase purnama. Karena itu, Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026 bertepatan dengan fase Worm Moon, menjadikannya paket lengkap fenomena langit yang jarang terjadi.
Bagi pengamat langit di Indonesia, momen ini menjadi kesempatan emas. Setelah 3 Maret 2026, gerhana bulan total baru akan kembali terlihat di Indonesia pada 31 Desember 2028, sehingga ada jeda lebih dari dua setengah tahun tanpa gerhana total.
Dari sisi teknis, gerhana ini memiliki magnitudo umbra sekitar 1,15. Artinya, Bulan akan masuk cukup dalam ke bayangan inti Bumi sehingga warna merah yang muncul diperkirakan tampak pekat dan dramatis.
Durasi fase totalitas diperkirakan berlangsung sekitar 58 menit. Waktu hampir satu jam ini memberi kesempatan luas bagi masyarakat untuk menikmati langsung atau mengabadikan momen tersebut melalui fotografi.
Di wilayah Indonesia bagian Tengah dan Timur, posisi Bulan saat puncak gerhana sudah cukup tinggi di langit. Kondisi ini mengurangi gangguan awan di ufuk rendah dan meningkatkan peluang pengamatan lebih jelas, terutama jika cuaca cerah.
Bagi yang ingin memotret, penggunaan tripod sangat disarankan untuk menghindari gambar buram akibat minim cahaya. Flash sebaiknya dimatikan karena tidak berpengaruh pada objek sejauh Bulan dan justru dapat mengganggu pengaturan cahaya kamera.
Pengguna kamera ponsel atau DSLR dapat memanfaatkan mode malam atau mode manual dengan pengaturan ISO di kisaran 400–800 serta shutter speed yang tidak terlalu lama agar Bulan tidak tampak berbayang akibat rotasi Bumi. Dengan persiapan sederhana dan langit yang bersahabat, Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026 berpotensi menjadi salah satu tontonan astronomi paling berkesan dalam beberapa tahun ke depan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....