Dokter Ingatkan Pemeriksaan Gigi Jangan Tunggu Sakit

  • 21 Sep 2026 07:51 WIB
  •  Ende
Poin Utama
  • Dokter gigi Bartolomeus Hermopan menekankan pentingnya pemeriksaan gigi secara rutin meskipun tidak ada keluhan atau rasa sakit.
  • Kerusakan gigi pada tahap awal umumnya tidak menimbulkan rasa sakit, sehingga pemeriksaan preventif sangat penting untuk deteksi dini.
  • Pemeriksaan gigi rutin memungkinkan dokter menemukan masalah pada setiap bagian gigi lebih awal agar penanganan dapat dilakukan sebelum kerusakan berkembang lebih parah.

RRI.co.id, Ende - Dokter gigi, drg. Bartolomeus Hermopan, mengingatkan masyarakat agar tidak menunggu sakit untuk memeriksakan kesehatan gigi dan mulut. Pesan tersebut disampaikan dalam program Florata Siang Ini bertema “Indonesia Sehat”, Jumat, 18 September 2026, yang membahas pentingnya pemeriksaan gigi secara rutin.

Menurut Bartolomeus, pemeriksaan gigi tetap diperlukan meski seseorang tidak merasakan keluhan karena kerusakan gigi pada tahap awal kerap tidak menimbulkan rasa sakit. Pemeriksaan rutin memungkinkan dokter menemukan masalah pada setiap bagian gigi lebih dini sehingga penanganan dapat dilakukan sebelum kerusakan semakin parah.

Ia juga menegaskan, anggapan bahwa gigi susu anak tidak perlu dirawat karena akan tanggal merupakan pemahaman yang keliru. Gigi susu berperan sebagai penuntun pertumbuhan gigi permanen, sehingga kerusakan atau kehilangan gigi susu terlalu dini dapat memengaruhi posisi dan pertumbuhan gigi permanen.

Bartolomeus menyarankan orang tua mulai mengajarkan kebiasaan menyikat gigi kepada anak sejak usia sekitar dua tahun. Menurutnya, perilaku orang tua di rumah turut menjadi contoh bagi anak dalam membentuk kebiasaan menjaga kebersihan gigi dan mulut.

Masalah gigi yang tidak ditangani juga dapat mengganggu aktivitas sehari-hari karena rasa nyeri berpotensi menurunkan kenyamanan dan produktivitas. "Dalam kondisi tertentu, infeksi dari rongga mulut juga dapat berkaitan dengan masalah kesehatan lain, termasuk endokarditis infektif, meski hubungan tersebut bersifat spesifik dan tidak berarti semua penyakit jantung disebabkan oleh masalah gigi," ucapnya.

Karena itu, masyarakat diminta memperhatikan tanda-tanda masalah gigi dan melakukan pemeriksaan secara berkala, termasuk ketika belum mengalami sakit. Bartolomeus menilai pencegahan dan penanganan sejak dini dapat membantu masyarakat menghindari kerusakan gigi yang lebih berat sekaligus mengurangi kebutuhan perawatan yang lebih kompleks.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....