Dari Posko ke Pelosok, Layanan Kesehatan Jangkau Warga Flores

  • 07 Sep 2026 08:12 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Ende-Posko Tanggap Darurat Gempa Keuskupan Agung Ende terus memperluas jangkauan pelayanan kesehatan bagi masyarakat terdampak di berbagai wilayah Flores. Hingga 4 September 2026, pelayanan bersama Caritas Indonesia telah menjangkau 2.688 pasien melalui 25 kegiatan di lebih dari 20 lokasi.

Ketua Posko Tanggap Darurat Gempa Keuskupan Agung Ende, RD. Reginaldus Piperno, saat diwawancarai RRI Ende, Jumat 4 September 2026, di Posko Keuskupan Agung Ende, mengatakan pelayanan kesehatan menjadi salah satu kebutuhan penting masyarakat yang harus tetap diperhatikan selama masa tanggap darurat. Pelayanan dilakukan dengan mendatangi lokasi-lokasi yang membutuhkan, termasuk posko pengungsian dan komunitas masyarakat.

Ia menjelaskan, Layanan kesehatan tersebut berlangsung selama 15 hari, sejak 21 Agustus hingga 4 September 2026. Tim kesehatan tidak hanya melakukan pemeriksaan di satu tempat, tetapi bergerak ke sejumlah wilayah agar masyarakat yang kesulitan mengakses fasilitas kesehatan tetap memperoleh pelayanan.

Data pelayanan mencatat tiga lokasi dengan jumlah pasien terbanyak, yakni Seminari Mataloko sebanyak 330 pasien, Posko Nageoga 265 pasien, serta Stasi/Worhombera dan Teobhera sebanyak 256 pasien. Jumlah tersebut menjadi gambaran kebutuhan kesehatan masyarakat di sejumlah titik pelayanan, ujarnya.

Keluhan yang paling banyak ditemukan tim medis meliputi ISPA, hipertensi, myalgia atau nyeri otot, dispepsia atau gangguan lambung, nyeri sendi, serta gatal-gatal dan skabies. Pelayanan juga diberikan kepada anak-anak, remaja, ibu hamil, dewasa, lansia dan kelompok rentan sesuai kondisi yang ditemukan di lapangan.

Menurut RD. Piperno, keberadaan posko bukan hanya sebagai tempat koordinasi bantuan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak dapat ditangani. Karena itu, pelayanan kesehatan ditempatkan sebagai salah satu bagian penting dalam respons kemanusiaan yang dilakukan bersama berbagai pihak.

Ia menambahkan, jangkauan pelayanan meliputan Kabupaten Ngada di Lengkosambi, Latung Barat dan Sambinasi Kecamatan Riung. Untuk pelayanan di Kabupaten Nagekeo di Towak Kecamatan Wolowae, Dhawe dan Ngolombai Kecamatan Aesesa dan di Nageoga dan Baowae di Kecamatan Boawae.

Sementara itu di Kabupaten Ende pelayanan telah dilaksanakan di Worhombera/Worombera, Teobhera/Teobera dan Kombandaru, Kecamatan Ende. Selain itu juga di Wolotopo, Kecamatan Ndona, Ekotaru/Ropa, Kecamatan Maurole, di Kecamatan Nangapanda dan di Posko Utama Kabupaten Ende.

RD. Piperno kemukakan pola pelayanan bergerak tersebut memungkinkan tim melihat secara langsung kebutuhan kesehatan masyarakat di setiap lokasi. Ia berharap pelayanan yang telah berjalan dapat membantu masyarakat melewati masa tanggap darurat dengan kondisi kesehatan yang tetap terjaga.

Pihaknya juga berharap koordinasi antara posko, tenaga kesehatan, Caritas Indonesia dan masyarakat terus diperkuat sehingga warga yang membutuhkan tidak terlewat dari pelayanan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....