Tim Dokter Caritas Perkuat Layanan Kesehatan di RSUD Pratama Raja

  • 05 Sep 2026 15:22 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID,Ende-Tim dokter umum dari Jakarta melalui program Caritas Indonesia datang ke Kabupaten Ende untuk memberikan dukungan pelayanan kesehatan bagi masyarakat terdampak bencana, termasuk warga yang masih berada di pengungsian. Kehadiran tenaga medis tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan masyarakat tetap memperoleh akses pemeriksaan dan pengobatan di tengah kondisi pascabencana.

Dokter umum dari Jakarta yang mewakili tim dokter, dr. Victorino Wibisono, saat diwawancarai RRI Ende, Kamis, 3 September 2026, usai pemeriksaan kesehatan di RSUD Pratama Raja mengatakan, kedatangan tim merupakan bagian dari respons kemanusiaan Caritas Indonesia di wilayah Flores, khususnya Kabupaten Ende. Menurutnya, kondisi pascabencana membuat kebutuhan terhadap pelayanan kesehatan ikut meningkat karena sebagian masyarakat masih menghadapi keterbatasan dalam memperoleh layanan medis.

dr. Victorino menjelaskan, masyarakat yang tinggal di pengungsian menghadapi kondisi lingkungan yang berbeda dengan kehidupan normal sehingga berpotensi memunculkan berbagai gangguan kesehatan. Karena itu, pemeriksaan kesehatan menjadi penting untuk mengetahui kondisi warga sejak awal sekaligus mencegah keluhan berkembang menjadi lebih serius.

RSUD Pratama Raja menjadi salah satu lokasi yang dikunjungi karena rumah sakit tersebut memiliki peran dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat di wilayah terdampak. Kehadiran tim dokter dari Jakarta di rumah sakit itu juga diharapkan dapat mendukung tenaga kesehatan setempat dalam menangani kebutuhan medis masyarakat yang membutuhkan pertolongan.

Dalam pelayanan tersebut, tim dokter melakukan pemeriksaan kesehatan, menangani berbagai keluhan pasien, memberikan obat-obatan, serta menyampaikan edukasi kesehatan. Apabila ditemukan kondisi yang memerlukan penanganan lebih lanjut, pasien dapat diarahkan untuk memperoleh pelayanan lanjutan sesuai kebutuhan medisnya.

Ia mengatakan, keluhan yang ditemukan pada masyarakat cukup beragam, mulai dari batuk dan pilek, gangguan saluran pernapasan, gangguan pencernaan, nyeri otot atau sendi, keluhan kulit, hingga kelelahan. Tim juga memberikan perhatian terhadap kondisi psikologis penyintas karena pengalaman bencana dan kehidupan di pengungsian dapat memberikan tekanan tersendiri.

dr. Victorino menambahkan, anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, dan penyandang disabilitas menjadi kelompok yang membutuhkan perhatian lebih dalam pelayanan kesehatan. Pemantauan terhadap kondisi kesehatan, kebutuhan obat rutin, status gizi, kebersihan, serta akses terhadap fasilitas kesehatan menjadi bagian penting agar kelompok rentan tidak terlewatkan.

Ia berharap dukungan pelayanan kesehatan dapat terus berlanjut dan tidak berhenti pada pemeriksaan sesaat. Menurutnya, kerja sama antara Caritas Indonesia, pemerintah daerah, rumah sakit, tenaga kesehatan, dan masyarakat diperlukan agar warga terdampak dapat memperoleh layanan kesehatan secara berkesinambungan hingga mampu kembali menjalani kehidupan secara aman dan sehat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....