Dokter Ingatkan Anemia Bisa Turunkan Kemampuan Belajar Anak
- 07 Agt 2026 13:30 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Jakarta – Anemia tidak hanya menyebabkan tubuh mudah lelah, tetapi juga memengaruhi kemampuan belajar seseorang. Dokter Ihsan mengingatkan masyarakat mengenali dampak anemia sejak usia produktif agar tidak menimbulkan masalah kesehatan lanjutan.
Menurut Ihsan, anemia masih menjadi salah satu persoalan kesehatan yang banyak ditemukan di Indonesia. Kondisi tersebut memerlukan perhatian karena dapat berdampak terhadap berbagai aspek kesehatan masyarakat.
Ia menjelaskan anemia terjadi ketika kadar hemoglobin dalam tubuh berada pada tingkat rendah. Hemoglobin berfungsi membawa oksigen menuju seluruh jaringan, termasuk otak yang membutuhkan pasokan cukup.
Kurangnya pasokan oksigen menuju otak dapat memengaruhi kemampuan berpikir dan proses belajar seseorang. Kondisi itu berpotensi menurunkan kemampuan intelektual apabila tidak segera ditangani dengan baik.
Ihsan mengatakan perempuan yang mengalami menstruasi rutin memiliki risiko kekurangan hemoglobin dalam tubuh. Kekurangan tersebut dapat meningkatkan risiko penurunan kemampuan intelektual apabila berlangsung dalam waktu lama.
Anemia juga menjadi perhatian bagi perempuan yang sedang menjalani masa kehamilan. Menurutnya, kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko stunting pada bayi yang sedang berkembang dalam kandungan.
Ia menjelaskan janin memerlukan oksigen yang cukup untuk mendukung proses pertumbuhan selama kehamilan berlangsung. Kekurangan oksigen berpotensi menghambat perkembangan sehingga meningkatkan risiko gangguan pertumbuhan pada anak.
Pemerintah telah menyediakan tablet tambah darah bagi perempuan usia produktif melalui sekolah dan puskesmas. Ihsan mengimbau masyarakat memanfaatkan program tersebut sebagai langkah pencegahan anemia sejak dini.
Selain mengonsumsi tablet tambah darah, masyarakat dianjurkan memperhatikan asupan makanan bergizi setiap hari. Ihsan menyarankan memilih makanan kaya zat besi dibandingkan makanan ultra proses yang rendah kandungan tersebut.
Ia juga mengingatkan masyarakat tidak langsung mengonsumsi teh setelah makan makanan kaya zat besi. Jeda waktu sekitar satu hingga dua jam membantu penyerapan zat besi berlangsung lebih optimal.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....