Saat Pasien Kanker Harus Berobat Jauh, Rumah Singgah Jadi Penopang
- 31 Jul 2026 15:32 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Ende – Rumah singgah yang dihadirkan Yayasan Kanker Indonesia Nusa Tenggara Timur (YKKI NTT) menjadi ruang penyangga bagi pasien kanker dari luar daerah yang harus menjalani pengobatan dalam waktu panjang. Fasilitas tersebut tidak hanya menyediakan tempat tinggal sementara, tetapi juga membantu pasien memperoleh pendampingan selama menjalani rangkaian terapi.
Kepala Cabang YKKI NTT Iswandi saat diwawancarai Pro 1 RRI Ende, Kamis 23 Juli 2026, mengatakan rumah singgah atau Rumah Bahagia Pasien (RBT) lahir dari kebutuhan nyata yang ditemukan selama pendampingan pasien kanker. Sejak 2016 hingga 2026, YKKI NTT melihat banyak keluarga pasien dari luar kota harus mengeluarkan biaya tambahan untuk menyewa penginapan atau bahkan kesulitan mendapatkan tempat tinggal selama menjalani pengobatan.
Menurut Iswandi, kondisi geografis NTT yang terdiri atas banyak pulau membuat sebagian pasien harus menempuh perjalanan jauh untuk memperoleh layanan kanker. Bahkan, beberapa pasien perlu dirujuk ke Kupang atau kota besar lainnya di luar NTT untuk menjalani pemeriksaan dan terapi tertentu.
Ia menjelaskan, biaya transportasi, makan dan tempat tinggal selama menjalani pengobatan dapat menjadi beban tersendiri bagi keluarga pasien. Kondisi tersebut tidak jarang membuat pasien menunda bahkan menghentikan pengobatan yang seharusnya dijalani secara rutin.
Karena itu, keberadaan RBT diarahkan bukan sekadar sebagai tempat menginap, melainkan bagian dari sistem pendampingan pasien kanker secara menyeluruh. Pasien mendapatkan dukungan untuk mengingat jadwal terapi, berkoordinasi dengan rumah sakit, hingga memperoleh pendampingan sosial dan psikologis.
Iswandi menambahkan, pendampingan di rumah singgah juga mencakup kegiatan rekreasi ringan, terapi seni serta dukungan spiritual sesuai keyakinan masing-masing pasien. Pendekatan tersebut diharapkan membuat pasien merasa lebih aman dan nyaman selama menghadapi proses pengobatan.
YKKI NTT juga melakukan evaluasi terhadap keberadaan rumah singgah melalui sejumlah indikator, antara lain keberlangsungan terapi sesuai jadwal, tingkat pemanfaatan rumah singgah, kemampuan pasien menyelesaikan rangkaian pengobatan serta kepuasan pasien dan keluarga. Evaluasi tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan fasilitas yang diberikan benar-benar memberikan manfaat bagi pasien.
Ke depan, YKKI NTT berharap dukungan terhadap pasien kanker tidak hanya terpusat di kota-kota besar, tetapi semakin dekat dengan masyarakat di kabupaten. Iswandi berharap setiap kabupaten memiliki relawan atau tim pendamping yang dapat membantu edukasi, proses rujukan dan administrasi sehingga pasien tidak kehilangan semangat untuk menyelesaikan pengobatan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....