Jangan Mudah Percaya Klaim, Ini Cara Tepat Membaca Label Gizi Kemasan
- 21 Jul 2026 11:34 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Jakarta – Membaca label gizi pada kemasan makanan dan minuman menjadi langkah penting untuk memastikan asupan nutrisi yang dikonsumsi sesuai kebutuhan tubuh. Kebiasaan tersebut juga membantu masyarakat memilih produk yang lebih sehat dan tidak mudah terpengaruh klaim pemasaran.
Ahli gizi Rahayu Novalita, S.Gz., mengatakan banyak konsumen masih mengabaikan informasi nilai gizi karena terburu-buru atau belum memahami cara membacanya. Padahal, label gizi memuat informasi penting mengenai kandungan energi, karbohidrat, protein, lemak, gula, natrium, vitamin, dan mineral.
Menurutnya, berbagai klaim seperti "rendah lemak", "tanpa gula", atau "tinggi serat" pada bagian depan kemasan belum tentu mencerminkan keseluruhan kandungan gizi suatu produk. Oleh karena itu, konsumen tetap perlu memeriksa informasi nilai gizi yang tercantum pada kemasan.
Salah satu bagian yang perlu diperhatikan adalah ukuran saji (serving size). Seluruh informasi kandungan gizi dihitung berdasarkan satu porsi. Jika seseorang mengonsumsi lebih dari satu porsi, maka jumlah kalori, gula, lemak, maupun nutrisi lainnya harus disesuaikan.
Selain ukuran saji, konsumen juga disarankan memperhatikan jumlah kalori untuk membantu mengatur asupan energi harian, terutama bagi yang sedang menjaga berat badan.
Komponen makronutrien, seperti karbohidrat, protein, dan lemak, juga perlu menjadi perhatian. Protein berperan menjaga massa otot, serat membantu memberikan rasa kenyang lebih lama, sedangkan konsumsi lemak jenuh dan lemak trans sebaiknya dibatasi demi menjaga kesehatan jantung.
Rahayu juga mengingatkan pentingnya memperhatikan kandungan gula tambahan dan natrium pada makanan olahan. Konsumsi gula berlebih dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit metabolik, sedangkan asupan natrium yang tinggi berkaitan dengan peningkatan tekanan darah.
Masyarakat juga dapat memanfaatkan informasi Persentase Angka Kecukupan Gizi (%AKG) untuk mengetahui kontribusi setiap zat gizi terhadap kebutuhan harian. Sebagai acuan, nilai di bawah atau sama dengan lima persen tergolong rendah, sedangkan 20 persen atau lebih tergolong tinggi.
Selain tabel informasi nilai gizi, daftar komposisi bahan juga perlu dicermati. Bahan yang tercantum di urutan awal menunjukkan kandungan terbanyak dalam produk. Jika gula, sirup, atau tepung olahan berada di bagian atas daftar, produk tersebut umumnya mengandung bahan tersebut dalam jumlah relatif tinggi.
Rahayu menyarankan masyarakat membiasakan membaca label gizi sebelum membeli makanan atau minuman kemasan. Dengan memahami informasi tersebut, konsumen dapat memilih produk yang sesuai dengan kebutuhan gizi serta menerapkan pola makan yang lebih sehat secara berkelanjutan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....