Kenali Jenis Obat Lambung, Dokter Tegaskan Fungsinya Berbeda
- 06 Mei 2026 12:32 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Manggarai Barat – Gangguan kesehatan lambung atau yang umum dikenal masyarakat sebagai “maag” masih menjadi keluhan yang sering dialami, terutama oleh kelompok usia produktif dengan pola makan dan gaya hidup tidak teratur. Meski demikian, pemahaman masyarakat terkait jenis obat lambung dan fungsinya dinilai masih minim.
Dalam program Zona Edukasi RRI Labuan Bajo, Selasa 5 Mei 2026, dr. Eunike Eileen, yang merupakan dokter umum di RS Siloam Labuan Bajo, menjelaskan bahwa gangguan lambung mencakup berbagai kondisi, mulai dari nyeri ulu hati, kembung, mual, sendawa, hingga penyakit seperti Gastroesophageal Reflux Disease (GERD), gastritis, dan tukak lambung.
“Penting untuk mengenali jenis obat yang dikonsumsi agar penanganannya tepat sasaran,” ujar dr. Eunike, saat berdialog di Studio RRI Labuan Bajo.
Menurutnya, obat lambung terbagi dalam tiga kategori utama berdasarkan fungsi kerjanya. Pertama, antasida yang berfungsi menetralkan asam lambung secara cepat. Obat ini umumnya digunakan sebagai pertolongan pertama saat gejala nyeri lambung muncul mendadak. Contohnya adalah obat sirup atau tablet kunyah seperti Promag, Mylanta, dan antasida lainnya.
Kedua, penghambat asam lambung yang bekerja mengurangi produksi asam dari sumbernya. Kelompok obat ini meliputi proton pump inhibitor seperti Omeprazole dan Lansoprazole, serta H2 blocker seperti Ranitidine. Jenis ini biasanya digunakan untuk menjaga kestabilan kondisi lambung dalam jangka waktu tertentu.
Ketiga, pelindung dinding lambung seperti Sucralfate yang berfungsi melapisi dinding lambung agar terlindungi dari iritasi lebih lanjut, terutama pada pasien dengan luka atau tukak lambung.
Lebih lanjut, dirinya juga mengingatkan masyarakat agar segera mencari pertolongan medis jika mengalami gejala berbahaya seperti muntah darah, buang air besar berwarna hitam, atau nyeri ulu hati yang menjalar ke lengan kiri dan rahang karena dapat mengindikasikan kondisi serius, termasuk serangan jantung.
Selain pengobatan, ia menekankan pentingnya perubahan gaya hidup sebagai langkah utama pencegahan gangguan lambung.
“Obat-obatan membantu meredakan gejala, tetapi yang paling penting adalah menjaga pola makan teratur, mengelola stres, serta membatasi konsumsi kopi, makanan pedas, asam, dan gorengan,” ungkapnya.
Masyarakat yang mengalami keluhan lambung berkepanjangan disarankan menjalani pemeriksaan medis lebih lanjut, seperti endoskopi, untuk mengetahui penyebab pasti dan mendapatkan penanganan yang sesuai.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....