Dokter di Labuan Bajo Ingatkan Warga Cegah Penyakit Lambung sejak Dini
- 06 Mei 2026 12:23 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Manggarai Barat – Tenaga medis di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) mengingatkan masyarakat untuk lebih serius menjaga kesehatan lambung agar tidak terus-menerus bergantung pada layanan Instalasi Gawat Darurat (IGD) akibat keluhan yang berulang.
Dalam program “Zona Edukasi” RRI Labuan Bajo, dokter umum di RS Siloam Labuan Bajo, dr. Eunike Eileen, menyoroti tingginya jumlah pasien dengan keluhan nyeri lambung berat yang datang berulang kali ke IGD, padahal sebagian besar kasus dapat dicegah melalui perubahan pola hidup yang lebih sehat.
Menurut dr. Eunike banyak pasien hanya fokus pada penanganan darurat tanpa memperbaiki kebiasaan sehari-hari yang menjadi pemicu utama gangguan lambung.
“Sayangi lambung kalian. Banyak sekali pasien yang bolak-balik masuk IGD karena keluhan lambung yang sama. Obat dari dokter hanya menidurkan penyakit sementara, tapi kalau kebiasaan buruknya tidak diubah, keluhan akan kembali lagi,” ujarnya, Selasa 5 Mei 2026.
Ia menjelaskan, pola hidup masyarakat di kawasan pariwisata seperti Labuan Bajo yang cenderung sibuk, tingkat stres tinggi, kebiasaan mengonsumsi kopi saat perut kosong, serta makanan pedas berlebihan menjadi faktor utama meningkatnya gangguan lambung.
Dirinya juga menyoroti masih banyak masyarakat yang melakukan diagnosis sendiri dan mengandalkan obat bebas tanpa pemeriksaan medis yang tepat.
Untuk itu, dirinya mengimbau warga agar lebih disiplin menjaga pola makan, terutama bagi pekerja dengan aktivitas padat, guna mencegah kondisi lambung memburuk.
“Pencegahan jauh lebih baik daripada harus berulang kali masuk IGD. Makan tepat waktu dan hindari kebiasaan yang memicu iritasi lambung,” katanya.
Selain itu, masyarakat juga diminta waspada terhadap risiko komplikasi seperti tukak lambung atau luka permanen pada saluran pencernaan jika gangguan lambung terus diabaikan.
Lebih lanjut, dr. Eunike menegaskan bahwa konsultasi medis menjadi langkah penting untuk penanganan yang tepat, terutama jika keluhan berlangsung lama atau semakin berat.
“Jangan tunggu sampai parah atau muncul gejala serius seperti muntah darah baru mencari bantuan medis,” ungkapnya.
Adapun melalui edukasi ini, masyarakat diharapkan lebih sadar akan pentingnya menjaga kesehatan pencernaan sehingga angka kunjungan berulang ke fasilitas kesehatan akibat gangguan lambung dapat ditekan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....