Peran Dokter Bedah dalam Penanganan Tuntas Tumor Payudara
- 03 Mar 2026 05:07 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Ende - Dokter spesialis bedah memiliki peran krusial dalam memastikan apakah sebuah benjolan di payudara bersifat jinak atau ganas. Hal ini disampaikan dr. Anselmus Danus Aria, Sp.B, dalam Obrolan Kesehatan Program Indonesia Sehat Pro1 RRI Ende, Jumat, 27 Februari 2026.
Pemeriksaan fisik secara visual menjadi langkah awal dokter bedah untuk mendeteksi indikasi peradangan atau keganasan pada pasien. Bentuk kulit yang memerah atau perubahan tekstur di area benjolan menjadi indikator penting dalam proses diagnosa awal tersebut.
Prosedur medis dilanjutkan dengan tahapan anamnesa untuk memantau perubahan ukuran benjolan secara signifikan dalam kurun waktu tiga bulan. Jika ukuran meningkat hingga dua kali lipat, dokter akan menaruh kecurigaan tinggi terhadap adanya potensi sel kanker.
Penegakan diagnosa juga melibatkan pemeriksaan fisik untuk menentukan batas atau border line dari benjolan yang muncul di tubuh. Benjolan dengan batas yang tidak jelas biasanya mengarah pada keganasan, sehingga memerlukan tindakan medis yang lebih intensif dan mendalam.
Dokter Anselmus menjelaskan bahwa pemeriksaan penunjang seperti USG, mamografi, hingga tindakan semi invasif berupa tusuk jarum sangat diperlukan. Pengambilan sampel jaringan melalui teknik core biopsy dilakukan untuk mendapatkan data yang lebih akurat mengenai kondisi sel pasien.
Keberadaan dokter spesialis Patologi Anatomi (PA) di RSUD Ende saat ini sangat membantu mempercepat proses pembacaan jaringan hasil biopsi. Fasilitas ini memungkinkan pasien di Kabupaten Ende mendapatkan kepastian diagnosa dan penanganan yang jauh lebih cepat tanpa harus menunggu lama.
Tindakan operasi atau pengangkatan benjolan biasanya diputuskan apabila ukuran tumor sudah mencapai dua hingga lima sentimeter berdasarkan hasil evaluasi. Namun, untuk kasus keganasan stadium lanjut yang memerlukan kemoterapi, pasien masih harus dirujuk ke fasilitas kesehatan yang lebih lengkap.
Penanganan tumor payudara sangat bergantung pada stadium dan faktor risiko usia pasien guna menentukan teknik operasi yang paling tepat. Dokter bedah akan memutuskan apakah hanya melakukan pengangkatan sebagian jaringan atau seluruh payudara demi keselamatan nyawa pasien tersebut.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....