Dukungan Keluarga Kunci Utama Kesembuhan Pasien Kanker
- 11 Feb 2026 14:35 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Ende – Pasien kanker serviks sangat membutuhkan dukungan moral serta lingkungan positif dari keluarga terdekat demi menjaga stabilitas mental selama masa pengobatan. Hal ini disampaikan dr. Nessyah Fatahan SpOG, Spesialis Obstetri dan Ginekologi RSUD Ende, dalam program Obrolan Kesehatan Indonesia Sehat Pro1 RRI Ende, Jumad, 06 Februari 2026.
Dokter Nessyah menegaskan bahwa masyarakat tidak boleh menghakimi atau memberikan stigma negatif kepada para penyintas kanker leher rahim di wilayah tersebut. Pasalnya, setiap perempuan yang sudah aktif berhubungan seksual secara medis memiliki risiko terpapar virus HPV tanpa memandang perilaku sosialnya.
Kanker serviks yang tidak terdeteksi sejak dini berisiko tinggi menyebar ke organ tubuh terdekat seperti saluran kencing dan saluran cerna. Jika sel kanker sudah merambah ke organ lain, proses pengobatan akan menjadi jauh lebih kompleks dan berdampak sistemik bagi kesehatan pasien.
Sebagai "madrasah pertama" di rumah, seorang ibu harus memiliki kepekaan tinggi untuk menjaga kesehatan reproduksinya sebelum dampaknya merugikan keutuhan keluarga. Dr. Nessyah mengajak para ibu di Ende untuk lebih sadar bahwa kesehatan diri sendiri adalah fondasi utama dalam mendidik anak.
Menjawab pertanyaan warga mengenai prosedur vaksinasi, dr. Nessyah menyarankan pemeriksaan Papsmear atau tes IVA dilakukan terlebih dahulu sebelum menerima vaksin HPV. Langkah ini krusial bagi perempuan yang sudah menikah untuk memastikan tidak ada infeksi aktif yang sedang berlangsung di leher rahim.
Metode pemeriksaan IVA menjadi pilihan paling praktis karena hasilnya dapat diketahui secara langsung saat pasien masih berada di fasilitas kesehatan. Sementara itu, tes HPV DNA membutuhkan waktu sekitar satu minggu karena sampel medis dari Ende harus dikirim ke laboratorium di Kupang.
Masyarakat tidak perlu merasa was-was karena pemeriksaan di Puskesmas telah dirancang agar tidak menyakitkan dan sepenuhnya gratis bagi warga. Persiapan mental untuk mengetahui hasil diagnosis jauh lebih baik daripada membiarkan penyakit berkembang diam-diam hingga mencapai stadium akhir yang fatal.
Kolaborasi antara tenaga medis dan dukungan sekitar diharapkan mampu meningkatkan angka partisipasi skrining rutin bagi perempuan di seluruh wilayah Kabupaten Ende. Melalui kesadaran kolektif, kanker serviks yang merupakan penyakit mematikan ini seharusnya dapat dicegah secara maksimal melalui tindakan deteksi dini yang tepat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....