Pneumonia Kerap Disangka Flu, Dokter Imbau Waspada

  • 09 Feb 2026 23:07 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Manggarai Barat – Masyarakat di Manggarai Barat, khususnya para orang tua, diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit pneumonia atau infeksi paru-paru. Penyakit ini kerap disalahartikan sebagai batuk dan pilek biasa, padahal dapat berkembang menjadi kondisi gawat darurat hingga mengancam nyawa bila tidak ditangani secara cepat dan tepat.

Imbauan tersebut disampaikan dokter umum Puskesmas Rekas, Ari Febrian, dalam program Zona Edukasi RRI Labuan Bajo, Senin, 9 Februari 2026. Ia mengungkapkan, kasus pneumonia masih cukup sering ditemukan di wilayah kerjanya, terutama pada kelompok rentan seperti balita dan lanjut usia.

“Deteksi dini sangat penting agar infeksi tidak berkembang menjadi gangguan pernapasan berat atau gagal napas,” ujar dr. Ari.

Menurutnya, pneumonia disebabkan oleh infeksi mikroorganisme seperti bakteri, virus, maupun jamur yang menyerang paru-paru. Penularannya dapat terjadi melalui percikan ludah (droplet) atau kontak dengan benda yang terkontaminasi.

“Gejalanya memang sering menyerupai flu biasa sehingga kerap diabaikan. Namun pneumonia memiliki ciri khas, seperti demam tinggi di atas 39 derajat Celsius, batuk berdahak kental berwarna kuning kehijauan, serta sesak napas berat,” katanya.

Ia menambahkan, anak-anak di bawah usia lima tahun menjadi kelompok paling berisiko. Pada anak, pneumonia dapat dikenali melalui tanda-tanda khusus, seperti napas cepat, cuping hidung kembang-kempis saat bernapas, tarikan dinding dada ke dalam, serta munculnya suara grok-grok akibat lendir di saluran pernapasan.

“Jika bibir atau kuku anak mulai tampak kebiruan, itu menandakan kekurangan oksigen. Kondisi ini tidak boleh ditunda, segera bawa ke fasilitas kesehatan terdekat,” ungkapnya.

Sebagai langkah pencegahan, dr. Ari mengimbau masyarakat menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), seperti rutin mencuci tangan, menjaga kebersihan lingkungan, serta memastikan sirkulasi udara di dalam rumah berjalan baik. Paparan asap rokok juga perlu dihindari karena dapat memperburuk kondisi saluran pernapasan.

Selain itu, ia menekankan pentingnya imunisasi, termasuk vaksin PCV (Pneumococcal Conjugate Vaccine) yang kini telah tersedia di sejumlah puskesmas dan fasilitas kesehatan di Manggarai Barat.

Menutup penyampaiannya, dr. Ari mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pengobatan mandiri dengan ramuan yang belum teruji secara medis, terutama jika gejala tidak membaik dalam dua hari.

“Pneumonia bisa berkembang sangat cepat dari gejala ringan menjadi kondisi serius. Deteksi dini dan penanganan medis yang tepat adalah kunci utama keselamatan pasien,” ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....