Partisipasi PKG Rendah, Puskesmas Labuan Bajo Perluas Layanan
- 06 Feb 2026 18:07 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Manggarai Barat - Sejak diluncurkan pemerintah pusat pada Februari 2025, Program Skrining Kesehatan Gratis (SKG) mulai diimplementasikan di berbagai daerah, termasuk oleh UPTD Puskesmas Labuan Bajo. Namun hingga kini, partisipasi masyarakat dalam mengikuti Program Kesehatan Gratis (PKG) atau Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) dinilai masih belum optimal.
Kepala UPTD Puskesmas Labuan Bajo, Relitasi Goreti Ilut, mengatakan, rendahnya minat masyarakat terlihat dari jumlah keikutsertaan yang belum sebanding dengan kapasitas layanan yang tersedia di puskesmas. Hal itu disampaikannya saat dihubungi Info Mabar, belum lama ini.
“Jika melihat partisipasi masyarakat dalam berbagai kegiatan PKG, baik yang dilaksanakan di dalam gedung maupun di luar gedung puskesmas, responsnya masih sangat rendah. Antusiasme masyarakat belum sesuai harapan,” kata Relitasi, dikutip dari Info Mabar, Jumat 6 Februari 2026.
Ia mengaku belum dapat memastikan secara pasti penyebab rendahnya minat masyarakat. Namun, berdasarkan informasi yang ia dengar di lapangan, sebagian warga masih merasa takut menjalani pemeriksaan kesehatan karena khawatir penyakit yang diderita akan terdeteksi.
“Masih banyak yang takut diperiksa karena tidak ingin tahu penyakitnya. Padahal justru tujuan utama dari skrining ini adalah agar penyakit bisa terdeteksi lebih dini dan segera ditangani,” ujarnya.
Menyikapi kondisi tersebut, Puskesmas Labuan Bajo bersama jajarannya menyiapkan strategi dengan memperluas akses layanan melalui pendekatan jemput bola hingga ke tingkat desa dan RT. Langkah ini dilakukan agar program PKG dapat menjangkau lebih banyak masyarakat.
“Kami membuka akses pelayanan seluas-luasnya agar masyarakat lebih mudah berhubungan dengan layanan kesehatan. Upaya ini dimulai dengan evaluasi partisipasi masyarakat melalui kegiatan berbasis masyarakat seperti posyandu yang kini dikenal sebagai posyandu siklus hidup, serta bekerja sama dengan jejaring desa, pustu, dan poskesdes, khususnya di wilayah yang selama ini kurang terlibat,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Relitasi menjelaskan, layanan PKG mencakup berbagai jenis skrining, antara lain deteksi dini penyakit dan faktor risiko seperti pemeriksaan tekanan darah, gula darah, fungsi ginjal, deteksi kanker leher rahim, serta HIV. Selain itu, dilakukan pula pemeriksaan kesehatan fisik, termasuk pengukuran berat dan tinggi badan balita, pemeriksaan mata, telinga, hingga kesehatan mental.
| Baca juga: PRP Stimulasi Kolagen dan Regenerasi Kulit |
Program ini juga menerapkan pendekatan siklus hidup, dengan skrining terintegrasi yang menyasar seluruh kelompok usia, mulai dari bayi, balita, ibu hamil, remaja, dewasa, hingga lanjut usia.
Terkait kualitas pelayanan, ia mengatakan, bahwa ketersediaan tenaga kesehatan, sarana prasarana, serta bahan medis habis pakai di Puskesmas Labuan Bajo dalam kondisi mencukupi dan tidak mengalami kendala berarti.
“Dengan tata kelola manajemen SDM yang ada, kompetensi tenaga kesehatan, serta perencanaan sarana dan bahan medis yang baik, sejauh ini kami tidak mengalami kesulitan,” katanya.
Dirinya berharap melalui pelaksanaan PKG, seluruh sasaran dalam siklus hidup dapat terdeteksi kondisi kesehatannya sejak dini, sehingga masyarakat yang sehat dapat tetap terjaga kesehatannya. Selain itu, ia menargetkan setiap warga minimal melakukan kontak dengan petugas kesehatan setidaknya satu kali dalam setahun.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....