Obat Antinyeri Bukan Solusi Jangka Panjang

  • 31 Jan 2026 15:15 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Labuan Bajo – Penggunaan obat antinyeri perlu dilakukan secara bijak karena hanya berfungsi sebagai penolong sementara, bukan solusi utama atas penyebab penyakit. Hal ini disampaikan dokter umum Siloam Hospitals Labuan Bajo, dr. Eike Emeralda atau akrab disapa dr. Elin, dalam Program Zona Edukasi RRI Labuan Bajo.

Menurut dr. Elin, nyeri merupakan alarm alami tubuh yang menandakan adanya gangguan atau kerusakan jaringan, baik secara fisik maupun emosional. Oleh karena itu, nyeri seharusnya tidak selalu dihilangkan tanpa mencari tahu penyebab dasarnya.

Ia menjelaskan, obat antinyeri yang umum digunakan masyarakat antara lain parasetamol dan golongan Non-Steroidal Anti-Inflammatory Drugs (NSAID) seperti asam mefenamat, ibuprofen, dan natrium diklofenak. Parasetamol biasanya menjadi pilihan pertama untuk nyeri ringan dan demam.

Namun demikian, penggunaan parasetamol yang berlebihan dapat berdampak serius pada fungsi hati. Dr. Elin mengingatkan bahwa dosis maksimal parasetamol untuk orang dewasa adalah 4.000 miligram per hari dan tidak boleh dikonsumsi secara sembarangan.

Sementara itu, obat antinyeri golongan NSAID memiliki risiko iritasi lambung hingga perdarahan saluran cerna, serta dapat mengganggu fungsi ginjal jika digunakan dalam jangka panjang. Gejala seperti mual, muntah darah, atau buang air besar berwarna hitam perlu diwaspadai.

Ia menyoroti kebiasaan masyarakat yang hanya mengandalkan obat antinyeri untuk menutupi rasa sakit, seperti pada sakit gigi berlubang atau nyeri sendi, tanpa memeriksakan diri ke dokter. Kebiasaan ini dinilai berbahaya karena akar masalah tidak tertangani.

Dr. Elin menegaskan, masyarakat perlu segera berkonsultasi dengan tenaga medis apabila nyeri tidak membaik setelah tiga hingga lima hari penggunaan obat bebas, atau disertai gejala lain seperti demam, bengkak, dan sesak dada.

Melalui edukasi ini, RRI Labuan Bajo mengajak masyarakat untuk lebih sadar bahwa penggunaan obat antinyeri harus sesuai dosis dan indikasi, serta diiringi pemeriksaan medis guna mencegah komplikasi serius.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....