PADMA Indonesia Apresiasi Polda NTT Bongkar Mafia Penyelundupan
- 29 Jan 2026 17:10 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Kupang: Lembaga Pelayanan Advokasi untuk Keadilan dan Perdamaian Indonesia (PADMA Indonesia) menyampaikan apresiasi tinggi kepada Polda NTT atas keberhasilan mengungkap jaringan mafia penyelundupan manusia (people smuggling) lintas negara. Langkah tegas ini dinilai krusial mengingat posisi geografis NTT yang kerap dijadikan wilayah transit utama menuju Australia.
Ketua Dewan Pembina PADMA Indonesia, Gabriel Goa, secara khusus memuji kepemimpinan Kapolda NTT, Irjen Pol. Dr. Rudi Darmoko, serta Direktorat Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) serta TPPO di bawah komando AKBP Nova Sirentu. Tim tersebut baru-baru ini berhasil memproses hukum pelaku kejahatan penyelundupan manusia asal Bangladesh.
Gabriel menegaskan bahwa dukungan penuh diberikan kepada aparat kepolisian untuk mengusut tuntas kasus ini hingga ke akar-akarnya. Menurutnya, penindakan tidak boleh berhenti pada pelaku lapangan, tetapi harus menyasar para auktor intelektual di balik jaringan mafia tersebut.
"Kita mendukung total Polda NTT untuk menindak tegas pelaku dan aktor intelektualnya. Jangan sampai NTT terus dijadikan wilayah transito bagi mafia yang mengeksploitasi manusia demi keuntungan pribadi," ujar Gabriel Goa dalam keterangannya, Kamis, 29 Januari 2026.
Mengingat kompleksitas masalah ini, PADMA Indonesia mendorong penguatan kolaborasi hexahelix yang melibatkan pemerintah, akademisi, komunitas, pelaku usaha, media, hingga lembaga internasional. Gabriel menekankan pentingnya kerja sama erat dengan Pemerintah Australia melalui Kedutaan Besar Australia di Jakarta.
Wilayah selatan NTT, yang meliputi pesisir Sumba, Sabu Raijua, Rote Ndao, dan Timor, disebut sebagai area paling rawan yang membutuhkan pengawasan ekstra. Wilayah-wilayah ini sering menjadi titik keberangkatan imigran gelap yang terjebak bujuk rayu mafia dengan iming-iming kehidupan sejahtera di Australia.
Selain penegakan hukum, PADMA Indonesia mengeluarkan dua pernyataan sikap utama:
Pertama; Dukungan penegakan hukum dalam mengawal proses hukum terhadap pelaku penyelundupan manusia asal Bangladesh dan jaringan yang bernaung di bawahnya.
Kedua: Advokasi dan pencegahan dengan mengajak kolaborasi lintas sektoral untuk melakukan kampanye edukasi dini mengenai bahaya Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan people smuggling di zona-zona merah pesisir NTT.
"Hati nurani kita terpanggil untuk menyelamatkan para korban yang terjebak bujuk rayu mafia. Pencegahan harus dilakukan sejak dini di tingkat akar rumput agar warga tidak menjadi korban eksploitasi di tengah laut," ucap Gabriel.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....