Anak Ende Merantau, IPELMEN Jadi Rumah Kedua Bersama
- 07 Sep 2026 19:21 WIB
- Ende
Poin Utama
- IPELMEN menjadi wadah kekeluargaan dan rumah kedua mahasiswa Ende di perantauan.
- IPELMEN aktif dalam kegiatan pengabdian masyarakat dan aksi sosial.
RRI.CO.ID, Kupang - Mikhael Mari memimpin Ikatan Pelajar Mahasiswa Kabupaten Ende di Kupang sejak Februari 2026, menjadi penggerak kebersamaan mahasiswa asal Ende perantauan. Perantauan menghadirkan tantangan adaptasi dan homesick, mulai merindukan keluarga, suasana Ende, hingga masakan ibu di rumah tercinta sendiri.
IPELMEN hadir sebagai wadah kekeluargaan sekaligus rumah kedua bagi pelajar mahasiswa Ende selama menjalani kehidupan perantauan bersama mereka. IPELMEN menjadi rumah kedua agar anak Ende tidak merasa berjuang sendirian,” kata Micky dalam perbincangan tersebut bersama Pro Dua RRI Ende, Jumat 14 Agustus 2026 .
Organisasi tersebut juga menjalankan pengabdian masyarakat melalui kegiatan sosial, termasuk kunjungan serta bantuan bagi penghuni panti asuhan setempat. Ketika perbedaan muncul, anggota diajak membuka komunikasi dan duduk bersama mencari solusi tanpa mengedepankan ego masing-masing secara terbuka.
Semangat itu dirangkum melalui semboyan Saboka saate sawiwi saseru dari nia paselae demi Ende Tanasare dalam organisasi bersama. Maknanya ialah satu suara, satu pikiran, satu tujuan demi Ende yang indah dan baik bersama seluruh anggota IPELMEN.
Di tengah perkembangan digital, interaksi langsung tetap menjadi fondasi kebersamaan, sementara media sosial memperkuat promosi kegiatan organisasi mereka.
“Media sosial kami manfaatkan untuk publikasi kegiatan dan nilai positif, tetapi pertemuan langsung tetap penting,” ujarnya tegas.
Bagi Mikhael, rasa rindu rumah merupakan hal wajar selama menjalani proses pendidikan dan kehidupan jauh dari keluarga tercinta. Mikhael mengingatkan mahasiswa beristirahat ketika lelah, mencari teman bercerita, kemudian mengingat kembali tujuan awal berangkat merantau dengan tekad.
Mahasiswa Ende diharapkan pulang bukan sekadar membawa ijazah, melainkan juga ilmu, pengalaman, jaringan, dan semangat membangun daerah bersama. Kontribusi tersebut diharapkan memperkuat pembangunan Kabupaten Ende melalui kapasitas generasi muda yang tumbuh dari pengalaman selama merantau positif.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....