Back to School Rumah Baca Mustika Menjangkau Wologai
- 03 Jun 2026 19:34 WIB
- Ende
Poin Utama
- Rumah Baca Mustika menjalankan program "Back to School" di SDI Mbotujita, Wologai.
- Relawan menggabungkan kegiatan literasi, pendidikan, dan bantuan sosial.
- Seluruh 15 siswa menerima perlengkapan sekolah secara merata.
- Kisah inspiratif datang dari Eman, siswa berkebutuhan khusus yang berprestasi.
- Sekitar 17 relawan perempuan menembus medan berat untuk menjangkau wilayah pelosok.
- Rumah Baca Mustika membuka peluang kolaborasi dan donasi bagi masyarakat.
RRI.CO.ID, Ende - Program bulanan "Back to School: Belajar, Bermain, dan Berbagi" yang digagas Rumah Baca Mustika kembali menghadirkan cerita inspiratif. Dua relawan,Ismi dan Adit, membagikan pengalaman mereka menjangkau anak-anak di pelosok Wologai melalui siaran dialog di studio Pro Dua RRI Ende, Rabu 22 April 2026.
Pada April 2026, tim relawan Rumah Baca Mustika mengunjungi SDI Mbotujita yang berada di wilayah Wologai Kabupaten Ende. Kegiatan tersebut difokuskan pada penguatan literasi sekaligus bantuan sosial bagi anak-anak yang mengalami keterbatasan perlengkapan sekolah.
Melalui pendekatan interaktif, para relawan mengajak siswa belajar membaca, berhitung, dan mendongeng dengan suasana menyenangkan. Metode tersebut dirancang untuk mengubah anggapan bahwa belajar merupakan aktivitas membosankan bagi anak-anak sekolah dasar.
Selain kegiatan pendidikan, relawan juga membagikan perlengkapan sekolah berdasarkan hasil koordinasi bersama guru setempat sebelumnya. Bantuan mencakup seragam, sepatu, kaos kaki, tas, tempat bekal, tempat minum, serta bola bermain anak.
"Kami ingin menunjukkan bahwa belajar bisa menjadi pengalaman yang menyenangkan sekaligus membangun kepercayaan diri anak-anak," kata Ismi. Ia menambahkan seluruh kebutuhan lima belas siswa SDI Mbotujita berhasil terpenuhi berkat dukungan para donatur.
Salah satu kisah yang membekas bagi relawan adalah perjalanan Eman, siswa kelas tiga yang memiliki keterbatasan fisik. Meski sempat mengalami hambatan administrasi dan penolakan sekolah lain, Eman menunjukkan kemampuan matematika serta kreativitas luar biasa.
"Jangan takut bergabung menjadi relawan karena pengalaman turun langsung ke lapangan sangat berharga bagi kehidupan," ujar Adit. Menurutnya, medan berat menuju pelosok tidak menyurutkan semangat belasan relawan perempuan yang menembus pegunungan demi berbagi kebahagiaan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....