Bukan Hanya Listrik dan Jalan, PLN UIP Nusra Alirkan Oase Air Bersih Warga Mataloko

  • 05 Sep 2026 09:27 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Ngada – Sejuknya udara Kecamatan Golewa, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur, tak selalu berarti mudahnya warga mendapatkan air bersih. Bagi sebagian masyarakat di sekitar kawasan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Mataloko, kondisi geografis yang berbukit dan jauhnya sumber air membuat pemenuhan kebutuhan air bersih menjadi tantangan sehari-hari.

Kini, harapan mendapatkan akses air yang lebih dekat mulai terbuka. PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra) melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) menghadirkan bantuan pembangunan sarana air bersih bagi masyarakat di sekitar kawasan PLTP Mataloko.

Bantuan tersebut mulai direalisasikan dengan pemasangan 1,2 kilometer pipa HDPE (High-Density Polyethylene) dari rencana jaringan sepanjang 7,5 kilometer. PLN juga menyiapkan pembangunan tiga unit bak penampungan air untuk mendukung ketersediaan dan kelancaran distribusi air kepada masyarakat.

Bagi warga Desa Tiwotoda, kehadiran pipa tersebut bukan sekadar pembangunan infrastruktur. Bantuan itu menjadi jawaban atas kebutuhan yang selama ini mereka rasakan.

Yohanes Kaju, warga Desa Tiwotoda, mengaku bersyukur melihat upaya PLN menghadirkan akses air bersih yang lebih dekat dengan permukiman warga.

"Selama ini kami di Tiwotoda memang sangat menantikan hadirnya air bersih yang dekat. Medan di sini cukup sulit dan jaraknya jauh. Bantuan dari PLN UIP Nusra ini betul-betul menjadi angin segar bagi kami," tutur Yohanes.

Kebutuhan tersebut menjadi salah satu perhatian PLN dalam menjalankan program TJSL di sekitar kawasan PLTP Mataloko. Pembangunan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kondisi medan dan kebutuhan masyarakat di lapangan.

Kepala Teknik Panas Bumi WKP Mataloko, Adrys Silaban, mengatakan tahap awal pembangunan difokuskan pada pemasangan 1,2 kilometer pipa HDPE.

"Tahap awal ini kita gelar 1,2 kilometer pipa HDPE. Secara bertahap targetnya mencapai 7,5 kilometer terkoneksi penuh, ditopang tiga bak penampung utama. Kami ingin memastikan setiap meter pipa yang terpasang benar-benar menjawab kebutuhan geografis warga di lapangan," jelas Adrys.

Bagi PLN, pembangunan PLTP Mataloko tidak hanya berkaitan dengan penyediaan energi bersih. Kehadiran infrastruktur ketenagalistrikan juga diharapkan memberikan dampak positif bagi masyarakat yang tinggal di sekitar wilayah operasional.

General Manager PLN UIP Nusra, RDW. Manurung, mengatakan pembangunan infrastruktur harus berjalan beriringan dengan kepedulian terhadap masyarakat dan lingkungan sekitar.

"Pembangunan tidak boleh berdiri asing dari lingkungan sekitarnya. Melalui TJSL, fokus kami adalah hadir langsung di denyut kebutuhan dasar warga. Air bersih adalah fondasi kehidupan. Kami ingin kolaborasi antara PLN dan warga Mataloko terus berakar kuat," ungkap Manurung.

Ia berharap sarana air bersih yang dibangun dapat dijaga dan dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh masyarakat.

"Kami berharap fasilitas ini dirawat bersama-sama, sehingga aliran manfaatnya tidak berhenti hari ini, tetapi terus mengalir lintas generasi," pungkasnya.

Di Mataloko, pembangunan energi panas bumi kini berjalan berdampingan dengan upaya memenuhi kebutuhan dasar masyarakat. Bagi warga Tiwotoda, setiap meter pipa yang terpasang membawa harapan sederhana: air bersih yang lebih dekat, kehidupan yang lebih mudah, dan kesempatan untuk tumbuh bersama pembangunan di daerah mereka.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....