Di Tenda Pengungsian, Warga Flores Tetap Menenun dan Bertahan

  • 31 Agt 2026 08:45 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Ngada – Gempa bumi yang merusak rumah warga di Kabupaten Ngada tidak mematahkan semangat masyarakat untuk tetap menjalankan aktivitas ekonomi. Di tengah keterbatasan di tenda pengungsian, warga Dusun Nangawaru, Desa Sambinasi Barat, Kecamatan Riung, tetap berusaha mempertahankan mata pencaharian untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

Salah satunya dilakukan Fatima Ndoang yang tetap menenun di tengah camp pengungsian mandiri. Rumahnya mengalami kerusakan sekitar 60 persen akibat gempa, namun alat tenun yang dibawa dari rumah tetap digunakan untuk menghasilkan kain.

Fatima mengatakan dirinya tidak ingin berhenti bekerja meski belum mengetahui kapan hasil tenun tersebut akan terjual. Menurutnya, aktivitas ekonomi keluarga harus tetap berjalan di tengah kondisi pascagempa.

"Saya tidak tahu kapan hasilnya akan dibeli. Tapi saya harus tetap kerja. Ekonomi keluarga harus jalan," ujar Fatima kepada RRI Sabtu 29 Agustus 2026.

Sementara suaminya, Jefry Wanga, hingga lebih dari sepekan setelah gempa belum kembali melaut. Saat gempa terjadi, Jefry meninggalkan pukat yang menjadi alat utama mata pencahariannya karena memilih mengungsi akibat kekhawatiran terhadap potensi tsunami.

Kondisi tersebut menggambarkan dampak gempa yang tidak hanya merusak tempat tinggal, tetapi juga memengaruhi aktivitas ekonomi masyarakat. Kerusakan rumah dan terhentinya aktivitas mencari nafkah membuat sejumlah keluarga harus menata kembali kehidupan dari tempat pengungsian.

Ketua Perkumpulan BERGUNA, Rofinus Monteiro, yang mendatangi keluarga Fatima dan Jefry mengatakan pemulihan pascagempa perlu dibarengi dengan upaya masyarakat untuk kembali menjalankan aktivitas ekonomi. Selain memberikan bantuan, BERGUNA juga memberikan edukasi mengenai karakter dan respons masyarakat dalam menghadapi bencana.

Rofinus mengajak warga tidak menyerah dan mulai membangun kembali kemandirian keluarga dari aktivitas yang masih dapat dilakukan. Menurutnya, pekerjaan menenun dan mencari ikan dapat menjadi langkah awal untuk menggerakkan kembali ekonomi keluarga.

"Gempa sudah berangsur reda. Hidup kita harus terus berjalan. Ekonomi keluarga harus tetap berputar. Kita harus bisa mandiri," kata Rofinus.

Ia mengatakan bantuan dari pemerintah maupun lembaga kemanusiaan tetap dibutuhkan dalam masa pemulihan. Namun, menurutnya, keluarga juga memiliki peran penting untuk kembali berdiri dan memanfaatkan sumber daya yang masih tersedia.

"Kami dari BERGUNA, pemerintah, dan lembaga lain akan membantu sesuai porsi kami. Tapi dalam keluarga, kitalah yang paling bertanggung jawab untuk berdiri. Jangan tunggu semuanya dipulihkan orang," ucapnya.

Semangat Fatima untuk tetap menenun di tenda pengungsian menjadi gambaran upaya warga mempertahankan kehidupan ekonomi setelah bencana. Di tengah rumah yang rusak dan aktivitas yang belum sepenuhnya pulih, masyarakat mulai membangun kembali kehidupan secara perlahan dari pekerjaan yang masih dapat dilakukan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....