Dari Ngamen, Musisi Nagi Bawa Bantuan Gempa ke Boawae
- 06 Sep 2026 10:24 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Nagekeo — Di balik suara gitar dan lantunan lagu yang terdengar di sejumlah sudut Kota Larantuka, ada kepedulian yang perlahan dikumpulkan untuk saudara-saudara yang sedang menghadapi dampak gempa bumi di Flores.
Selama sepuluh hari, sejak 19 hingga 29 Agustus 2026, Komunitas Musisi Nagi bersama Komunitas Lolon Girek Jaya dan Komunitas Titik Kumpul menggelar aksi “Ngamen Peduli Kasih”.
Mereka mendatangi sejumlah titik keramaian di Kota Larantuka dan sekitarnya. Bukan sekadar untuk bernyanyi, tetapi mengajak masyarakat menyisihkan sebagian rezekinya bagi warga terdampak bencana.
Dari aksi sederhana itu terkumpul donasi Rp45.032.500. Donasi tersebut kemudian diwujudkan dalam bentuk kebutuhan pokok, diantaranya beras, minyak goreng, ikan asin dan makanan ringan disiapkan menjadi 300 paket sembako.
Pada 5 September 2026, bantuan itu dibawa langsung menuju Desa Raja, Kecamatan Boawae, Kabupaten Nagekeo. Rombongan perwakilan tiga komunitas menempuh perjalanan membawa hasil kepedulian masyarakat Larantuka untuk diserahkan kepada warga terdampak gempa.
Bantuan tersebut diterima oleh RD. Joys, Pastor Paroki Boawae, yang hadir mewakili masyarakat penerima bantuan. Dalam sambutannya, RD. Joys menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kepedulian yang datang dari Flores Timur.
Menurutnya, kehadiran dan perhatian dari berbagai pihak menjadi kekuatan tersendiri bagi masyarakat yang masih berada dalam proses pemulihan setelah bencana. Ia juga mengapresiasi langkah komunitas yang tidak hanya menggalang dana, tetapi membawa dan menyerahkan bantuan secara langsung kepada masyarakat di wilayah terdampak.
"Mewakili seluruh umat Paroki Boawae, Saya mengucapkan terima kasih berlimpah akan kepedulian dan cinta dari Musisi Nagi, bantuan dan kehadiran ini menjadi satu kekuatan bagi kami untuk bangkit, " ujarnya.
Bagi Komunitas Musisi Nagi, perjalanan menuju Raja menjadi bagian penting dari makna sebuah donasi. Sebab, kepedulian yang dikumpulkan dari masyarakat ingin dipastikan benar-benar sampai kepada mereka yang membutuhkan.
Ketua Komunitas Musisi Nagi, Paul Goran, mengatakan aksi tersebut merupakan bentuk solidaritas masyarakat Flores Timur kepada warga yang sedang menghadapi musibah. Dirinya mengungkapkan bahwa jangan melihat dari nilainya, tetapi ini adalah bentuk cinta dan perhatian untuk saling menguatkan di tengah bencana.
“Bantuan ini bukan hanya tentang berapa besar nilai yang diberikan, tetapi tentang ketulusan dan kepedulian untuk hadir bersama saudara-saudara kita yang sedang mengalami musibah,” ujar Paul.
Kepedulian itu tidak hanya datang dari aksi ngamen. SDI Super Semar juga menitipkan bantuan untuk dibawa bersama rombongan menuju Desa Raja.
Ada air minum kemasan, makanan ringan, pakaian bekas yang masih layak pakai hingga mainan untuk anak-anak.Barang-barang tersebut ikut disalurkan kepada masyarakat, menambah bentuk bantuan yang dibawa dari Larantuka.
Di tengah proses pemulihan pascagempa, kebutuhan masyarakat terdampak tidak berhenti ketika situasi darurat berakhir. Bantuan kebutuhan sehari-hari tetap menjadi bagian penting untuk menopang kehidupan warga.
Karena itu, aksi “Ngamen Peduli Kasih” menjadi gambaran bahwa solidaritas dapat tumbuh dari ruang-ruang sederhana. Musik menjadi pintu untuk mengetuk hati masyarakat.
Donasi dikumpulkan sedikit demi sedikit, kemudian berubah menjadi beras, minyak, ikan asin dan berbagai kebutuhan lainnya.Semua bergerak dari Larantuka menuju Raja.
Tidak ada panggung besar. Tidak ada perayaan. Hanya sekelompok orang yang memilih menggunakan apa yang mereka punya untuk membantu sesama.
Dan ketika 300 paket sembako akhirnya tiba di Desa Raja, suara musik dari jalanan Larantuka seolah menemukan tujuan akhirnya.Bukan sekadar terdengar, tetapi berubah menjadi bantuan yang bisa dirasakan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....