Proses Singkat, Dampak Besar: Perjalanan Posko Toleransi Semana Santa
- 09 Apr 2026 17:48 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Flotim – Seorang pemuda Muslim, Onchu Bethan, membagikan kisah keterlibatan pemuda dalam prosesi Semana Santa melalui pendirian Posko Toleransi. Inisiatif ini menjadi bentuk pelayanan bagi peziarah yang datang dari berbagai daerah ke Larantuka.
Kegiatan tersebut berlangsung di salah satu kelurahan di Larantuka, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, yang mayoritas penduduknya beragama Islam. Para pemuda yang tergabung dalam komunitas Eka Sapta bersama pemerintah kelurahan setempat menjadi penggerak utama.
Dalam keterangannya, Onchu Bethan menjelaskan bahwa keterlibatan pemuda dimulai dari pertemuan bersama lurah pada Selasa pagi 31 Maret 2026 sekitar pukul 10.00 WITA. Pertemuan itu menghasilkan kesepakatan untuk membangun posko sebagai tempat istirahat bagi para peziarah Semana Santa.
Masih di hari yang sama, sekitar pukul 16.00 WITA, para pemuda langsung melakukan persiapan. Mereka membersihkan lokasi, membentangkan tikar, serta memastikan tempat dalam kondisi steril dan nyaman digunakan.
Posko Toleransi tersebut resmi dibuka pada Rabu, 1 April, bertepatan dengan rangkaian kegiatan Semana Santa. Sejak dibuka, posko mulai menerima peziarah yang membutuhkan tempat singgah, khususnya dari luar Larantuka.
Berdasarkan data, sekitar 120 peziarah telah memanfaatkan fasilitas posko hingga saat ini. Mereka tidak hanya beristirahat, tetapi juga ada yang menginap hingga malam hari dengan fasilitas sederhana yang disediakan.
Onchu Bethan menegaskan bahwa pelayanan di posko dilakukan dengan penuh keikhlasan meskipun fasilitas terbatas. Ia menyebut semangat utama yang diusung adalah membantu sesama tanpa memandang perbedaan agama.
Ia juga mengungkapkan bahwa keterlibatan ini merupakan pengalaman pertamanya dalam kegiatan lintas agama. Sebagai mahasiswa yang baru kembali ke daerah, ia berinisiatif mengajak pemuda lain untuk turut berpartisipasi.
Melalui Posko Toleransi ini, pemuda Muslim di Larantuka ingin menunjukkan bahwa nilai kebersamaan dan saling menghormati dapat terus dijaga. Momentum Semana Santa pun menjadi ruang mempererat hubungan antarumat beragama di daerah tersebut.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....