Di antara Ombak dan Harapan, Rafik Bertahan

  • 16 Feb 2026 17:41 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Ende – Angin kencang dan gelombang tinggi tak hanya mengguncang perairan selatan Flores, tetapi juga menggoyahkan harapan para pedagang ikan di darat. Di Pasar Mbongawani Ende, Rafik Ridwan tetap berdiri menjaga lapaknya, meski pasokan ikan kerap tersendat akibat cuaca buruk.

Sudah lima tahun terakhir, warga Purere, Kelurahan Rukun Lima itu menggantungkan hidup dari hasil jualan ikan. Setiap pagi, ia menunggu kiriman ikan layar, ekor kuning, hingga bara-bara dari nelayan yang berani melaut.

“Alhamdulillah, hasilnya bisa mencukupi kebutuhan keluarga. Kami hanya tiga orang yang bekerja,” ujarnya kepada RRI Ende, Senin, 16 Februari 2026.

Saat laut bersahabat dan pembeli ramai, omzet setengah hari bisa mencapai Rp5 juta. Namun ketika angin kencang datang dan nelayan memilih menepi, lapaknya ikut sepi. Pendapatan menurun drastis, sementara kebutuhan rumah tangga tetap berjalan.

Bagi Rafik, setiap ikan yang tiba di meja dagang bukan sekadar komoditas. Ada perjuangan, risiko, bahkan nyawa yang dipertaruhkan. Ia masih mengingat kabar duka ketika tiga nelayan meninggal dunia akibat gelombang tinggi beberapa waktu lalu.

Peristiwa itu menjadi pengingat bahwa laut tak pernah sepenuhnya jinak. Cuaca buruk bukan hanya persoalan ekonomi, tetapi juga keselamatan.

Rafik berharap pembeli memahami situasi tersebut. Tawar-menawar adalah tradisi pasar, namun empati terhadap nelayan dan pedagang menjadi hal yang tak kalah penting.

Di tengah ketidakpastian ombak dan pasokan, Rafik memilih bertahan. Selama masih ada nelayan yang kembali dari laut, ia akan tetap membuka lapaknya, menjaga harapan kecil bagi keluarga di rumah.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....