Anzar, Pemuda Lingkungan yang Pulang untuk Membangun Kampung
- 07 Des 2025 21:04 WIB
- Ende
KBRN,Labuan Bajo: Di sebuah kampung kecil di Golo Leleng, Kecamatan Sano Nggoang, Manggarai Barat, suara ayam pedaging di kandang milik Muh. Ansari Haku—akrab disapa Anzar—menjadi saksi perjalanan seorang pemuda yang memilih pulang untuk membangun dari tanah kelahirannya sendiri. Bagi Anzar, gelar sarjana dan magister Teknik Lingkungan bukanlah tiket mutlak untuk mengejar kursi di kantor atau perusahaan besar. Ia percaya kontribusi paling autentik justru lahir dari tempat yang paling dekat: rumah.
Lulus S1 pada 2020 dan S2 pada 2023 dari Institut Teknologi Yogyakarta, Anzar sempat mencoba berbagai peluang pekerjaan. Ia melamar ke kantor-kantor, mengikuti tes CPNS, namun belum menemukan pintu yang terbuka. Namun, alih-alih patah semangat, ia mengambil jalan yang berbeda—jalan yang menurutnya lebih manusiawi dan selaras dengan nilai hidupnya.
“Kalau kerja mati-matian untuk memperkaya kantor, saya tidak punya waktu untuk keluarga dan diri sendiri. Income pas-pasan, waktu habis,” kata Anzar. Dari kegelisahan itu lahirlah keputusan berani: membangun usaha ternak ayam pedaging berbasis pengelolaan lingkungan.
Dengan kemampuan akademisnya, Anzar tidak menjalankan ternak secara konvensional. Limbah kotoran ayam ia olah menjadi kompos. Ia membudidayakan maggot untuk mengurangi bau kandang sekaligus memberi pakan tambahan bagi ayam. Dari sistem kecil yang ia bangun, tercipta siklus yang ramah lingkungan dan efisien. “Ini bukan sekadar ternak. Ini konservasi,” ujarnya.
Yang tak kalah penting: usaha kecil itu membuka pintu interaksi dengan masyarakat. Warga, anak muda, hingga aparat pemerintah datang ke kandangnya untuk belajar pengelolaan limbah dan cara beternak yang benar. Anzar selalu menyambut mereka. “Saya tidak cuma dapat profit. Saya dapat orang, pengalaman, dan rasa terlibat dengan lingkungan sosial,” katanya bangga.
Zar, salah satu warga, menyebut apa yang dilakukan Anzar sebagai contoh yang harus ditiru. “Banyak orang bicara mau olah limbah atau ternak, tapi sulit mulai. Padahal ini bisa untuk ketahanan pangan keluarga, pupuk untuk sayur, gizi untuk rumah sendiri,” ujarnya.
Kini, usaha kecil itu tumbuh menjadi ruang edukasi spontan di Golo Leleng. Dari seorang pemuda yang pulang dengan kegelisahan, Anzar telah menjelma menjadi penggerak—menginspirasi bahwa pulang kampung bukan langkah mundur, melainkan langkah membangun dari akar.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....