Merayakan Keragaman Budaya, Menyulam Indonesia yang Utuh
- 21 Jul 2025 08:43 WIB
- Ende
KBRN, Ende: Keberagaman budaya bukanlah sekadar warna-warni yang memperindah Nusantara, tetapi fondasi kuat yang menyatukan bangsa ini dalam satu identitas yang kokoh. Pandangan ini disampaikan oleh Yosef Dentis, S.Pd., M.A., Dosen prodi Sejarah budaya dan Kearsipan Prodi Sejarah FKIP Universitas Flores (Uniflor) Ende sekaligus Kepala Pusat Studi Pancasila Uniflor.
Menurut Yosef, merayakan keberagaman budaya secara terbuka merupakan bentuk penghargaan terhadap kekayaan bangsa. Menghargai tradisi daerah lain adalah bagian penting dari upaya merawat Indonesia yang berakar pada warisan leluhur.
“Merayakan perbedaan adalah satu basis yang kuat bahwa kita berdiri di atas tanah warisan leluhur kita. Tanah yang disemai oleh ribuan budaya, ditempa oleh sejarah yang mengikat dengan kepribadian bangsa kita yang tak pernah usang,” ujar Yosef ketika diwawancarai RRI, Senin, (21/7/2025).
Ia menekankan bahwa Nusantara ini telah menjahit perbedaan menjadi keindahan, menyulam keragaman menjadi kekuatan bersama. Bagi Yosef, keberagaman bukan potensi konflik, melainkan modal sosial yang harus dijaga.
“Keragaman budaya itu adalah kekuatan, bukan untuk membawa kepada perpecahan,” ucapnya.
Lebih jauh, Yosef mengingatkan bahwa toleransi bukan sekadar sikap simbolik, melainkan “nafas kehidupan” yang harus terus dihidupkan dalam keseharian masyarakat Indonesia. Dalam peranannya sebagai Kepala Pusat Studi Pancasila, Yosef aktif mendorong penguatan nilai-nilai toleransi dan keberagaman melalui pendidikan dan kajian budaya.
Baginya, menjaga kebhinekaan adalah tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat. Peran terbesar ada pada generasi muda yang menjadi penjaga dan penentu masa depan bangsa.
“Indonesia adalah rumah besar yang dibangun dari perbedaan. Jika kita gagal merawat keberagaman, maka kita kehilangan makna sejati dari persatuan,” katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....