Tanaman Aromatik Buka Peluang Ekonomi Petani

  • 18 Agt 2026 15:42 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Ngada- Pengembangan tanaman aromatik di Kabupaten Ngada diarahkan untuk membuka peluang ekonomi bagi petani sekaligus menjaga kelestarian lingkungan. Hasil tanaman yang dikembangkan petani dapat diolah menjadi produk bernilai tambah sehingga manfaat ekonomi tidak berhenti pada hasil panen.

Ketua Yayasan Puge Figo, Partisius Januarius Djena, mengatakan pendekatan tersebut dilakukan melalui pendampingan agronomi dan pengembangan ekonomi berkelanjutan. Hasil tanaman dari petani kemudian dibeli kembali untuk diproses melalui penyulingan dan unit produksi hingga menjadi produk siap jual. Hal ini disampaiakanya kepada RRI Ende, Jumat 7 Agustus 2026.

Sejumlah produk yang telah dihasilkan antara lain sabun, minyak gosok, parfum dan sampo. Produk tersebut disebut telah memasuki proses penjualan dan telah memiliki sertifikat halal.

“Manakala mereka merasa kualitasnya baik, mungkin ada kerja sama lebih lanjut untuk pengembangan daun pala ini menjadi produk-produk turunannya,” kata ketua yayasan.

Pengembangan ekonomi tersebut berjalan bersamaan dengan upaya menjaga lingkungan. Konsep yang diterapkan menempatkan peningkatan pendapatan petani dan pelestarian alam sebagai dua tujuan yang dapat dilakukan secara beriringan.

Model ini juga memberi ruang bagi petani untuk tetap memanfaatkan lahan tanpa harus mengubah seluruh fungsi lahannya menjadi kawasan konservasi. Agroforestri dikembangkan sebagai pendekatan penyangga, terutama pada lahan yang berada di sekitar kawasan perlindungan mata air.

Pengembangan tanaman aromatik berpotensi memperkuat ekonomi masyarakat apabila terus didukung dengan pendampingan, pengolahan dan akses pasar. Di sisi lain, kegiatan tersebut tetap perlu menjaga prinsip pemanfaatan sumber daya alam secara berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....