Jajanan Tradisional Jadi Peluang Untung Harian

  • 17 Mei 2026 15:33 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Ende – Usaha jajanan tradisional kini menjadi peluang ekonomi rumahan yang menjanjikan di tengah ketatnya persaingan kuliner kekinian. Dengan modal terbatas dan kreativitas produk, pelaku UMKM lokal di Ende mampu bertahan sekaligus menarik pelanggan setiap hari.

Owner Dapur Mama Iza, Sumiyati, mengatakan usahanya lahir dari keinginan menghadirkan kembali jajanan tradisional yang mulai jarang ditemukan. Di tengah maraknya makanan modern, ia justru memilih fokus pada kue tradisional karena memiliki pasar loyal dan cita rasa yang khas.

“Persaingan jajanan kekinian sudah banyak, jadi saya memilih kembali ke jajanan tradisional, tetapi dibuat lebih menarik agar tetap diminati,” ujar Sumiyati dalam program Pro 2 RRI Ende, Minggu, 17 Mei 2026.

Selama empat tahun terakhir, Dapur Mama Iza memproduksi aneka jajanan rumahan dan lauk harian dengan sistem pemesanan daring. Salah satu produk yang paling diminati pelanggan adalah kue ongol-ongol gula merah yang dijual dengan harga terjangkau untuk kalangan menengah.

Menurut Sumiyati, menjaga kualitas rasa menjadi tantangan terbesar dalam usaha kuliner rumahan. Ia tetap menggunakan gula merah batang meski harga bahan baku meningkat karena dinilai menghasilkan aroma dan cita rasa yang lebih kuat dibanding bahan alternatif.

Selain mempertahankan rasa, strategi promosi juga menjadi faktor penting untuk menjaga usaha tetap berjalan. Promosi melalui media sosial dan rekomendasi pelanggan dinilai efektif membantu usaha kecil menjangkau pasar lebih luas tanpa biaya besar.

Meski pernah mengalami masa sepi pembeli, Sumiyati memilih tetap konsisten menjalankan usahanya. Ia bahkan mulai melibatkan kerabat untuk membantu proses produksi dan pengantaran setelah jumlah pesanan meningkat.

Usaha rumahan seperti Dapur Mama Iza dinilai membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat, terutama perempuan dan pelaku UMKM skala kecil. Kreativitas mengolah makanan tradisional juga dinilai dapat membantu menjaga kuliner lokal tetap bertahan di tengah perubahan tren konsumsi masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....