Tas Tenun Manggarai Tembus Pasar Internasional

  • 18 Apr 2026 10:57 WIB
  •  Ende
Poin Utama
  • Tas Tenun Manggarai kini bertransformasi menjadi tren fashion modern yang sangat diminati oleh pasar luas hingga ke mancanegara.
  • Mikael mulai merintis usaha Brian Geong Collection ini saat pandemi Covid-19 melanda untuk menyiasati lesunya ekonomi.
  • Keunggulan tas buatannya terletak pada proses produksi yang dimulai dari nol, bukan sekadar menempelkan kain pada tas jadi.
  • Mikael berharap dukungan modal ke depannya dapat memperluas kapasitas produksi dan semakin memperkenalkan identitas budaya Manggarai.

RRI.CO.ID, Manggarai – Kain tenun Manggarai kini tak lagi hanya dikenakan sebagai busana adat. Di tangan kreatif Mikael Geong, kain tradisional ini bertransformasi menjadi tas modern yang diminati pasar hingga mancanegara.

Melalui usaha Briand Geong Collection, Mikael mulai mengembangkan tas tenun sejak pandemi Covid-19 sebagai upaya bertahan di tengah tekanan ekonomi. Ia melihat peluang besar dengan menghadirkan produk yang tidak hanya bernilai budaya, tetapi juga fungsional untuk kebutuhan sehari-hari.

Berbeda dari produk sejenis, Mikael merancang tasnya dari nol. Ia tidak sekadar menempelkan kain tenun pada tas jadi, tetapi menyusun pola sendiri dan menggunakan pelapis khusus agar produk lebih kokoh dan tahan lama.

“Inovasi desain harus terus mengikuti tren agar produk tetap diminati,” ujarnya.

Produk tas tenun ini kini telah dipasarkan ke berbagai daerah di Indonesia melalui jaringan reseller di media sosial. Bahkan, pelanggan dari Malaysia mulai rutin memesan karena tertarik dengan keunikan motif Manggarai.

Meski permintaan terus meningkat, Mikael mengaku masih menghadapi keterbatasan modal dan tenaga kerja. Produksi yang masih berskala keluarga membuatnya kerap kewalahan saat pesanan membludak, terutama menjelang pameran.

Harga tas yang ditawarkan pun bervariasi, mulai dari Rp50 ribu hingga ratusan ribu rupiah, sehingga tetap terjangkau bagi berbagai kalangan.

Ke depan, Mikael berharap adanya dukungan untuk memperluas kapasitas produksi sekaligus memperkenalkan identitas budaya Manggarai ke pasar yang lebih luas.

Transformasi tas tenun ini menjadi bukti bahwa produk lokal mampu beradaptasi dengan tren modern tanpa kehilangan nilai tradisionalnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....