Pelaku Kreatif Soroti Peran dan Dukungan Industri di Labuan Bajo
- 06 Apr 2026 15:33 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Manggarai Barat – Pelaku industri kreatif di Labuan Bajo menyoroti pentingnya penguatan peran lokal dalam pengembangan pariwisata daerah.
Hal tersebut disampaikan dalam talkshow “Sunset Talk: Dari Labuan Bajo untuk Dunia” hasil kolaborasi RRI dan Mawatu Labuan Bajo.
Owner Chomabee, Rino, menegaskan bahwa produk kreatif lokal tidak hanya berfungsi sebagai komoditas, tetapi juga sebagai media diplomasi budaya.
Ia menyebut produknya mengangkat identitas Manggarai melalui istilah lokal seperti “Daratna” yang merepresentasikan ekspresi khas masyarakat setempat.
“Kaos bukan sekadar produk, tetapi media komunikasi visual. Saat dipakai wisatawan, mereka membawa cerita Labuan Bajo ke luar,” ujarnya.
Namun, ia mengakui pelaku UMKM lokal masih berada pada posisi terbatas di tengah dominasi proyek besar pariwisata.
Menurutnya, pelaku kreatif lokal perlu didorong menjadi pemain utama agar ekonomi kreatif tidak hanya dikuasai pihak luar.
Rino juga menyoroti belum adanya standar harga produk kreatif yang berpotensi memicu persaingan tidak sehat serta persepsi negatif dari wisatawan.
Ia berharap pemerintah dapat menghadirkan kebijakan yang mendukung, termasuk mendorong penggunaan produk lokal oleh hotel dan instansi secara konsisten.
Sementara itu, Ketua Stand Up Indo Labuan Bajo, Koko Ama, menyoroti peran seni sebagai ruang ekspresi sekaligus media kritik sosial.
Ia menyebut komunitasnya berkembang secara mandiri dan mampu menyelenggarakan berbagai kegiatan tanpa bergantung penuh pada dukungan pemerintah.
“Kami bergerak secara swadaya, tapi tetap bisa menghadirkan acara besar dan mendatangkan komika nasional,” ujarnya.
Koko Ama juga menilai apresiasi terhadap industri kreatif lokal masih perlu ditingkatkan, meskipun di sisi lain pihak luar dinilai lebih menghargai nilai karya yang dihasilkan.
Menurutnya, seni tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga sarana menyampaikan realitas sosial di tengah perkembangan pariwisata.
“Pariwisata bukan hanya soal keindahan, tetapi juga bagaimana masyarakatnya hidup dan didengar,” katanya.
Ia turut menyoroti keterbatasan ruang ekspresi bagi komunitas kreatif yang selama ini lebih banyak mengandalkan kolaborasi dengan pihak swasta.
Secara keseluruhan, para pelaku kreatif menilai industri kreatif di Labuan Bajo telah berkembang secara mandiri, namun membutuhkan dukungan kebijakan dan kolaborasi yang lebih kuat dengan pemerintah.
Mereka berharap dapat dilibatkan sebagai mitra strategis dalam membangun citra Labuan Bajo di tingkat nasional maupun internasional.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....