NTT Mart Disiapkan Jadi Penampung Produk UMKM Desa

  • 13 Feb 2026 21:39 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Manggarai Barat - Upaya memperkuat perekonomian berbasis desa terus dilakukan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), dengan mengoptimalkan peran NTT Mart sebagai penampung utama hasil produksi UMKM. Skema ini dirancang agar produk olahan masyarakat memiliki pembeli tetap sekaligus memperluas akses pemasaran yang selama ini menjadi kendala.

Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma mengatakan, kehadiran NTT Mart yang telah beroperasi di 21 kabupaten dan segera diluncurkan di Kabupaten Sabu Raijua memiliki misi strategis untuk menyerap potensi lokal secara langsung. Dengan skema tersebut, pelaku UMKM tidak lagi harus memasarkan produknya sendiri tanpa kepastian pembeli.

Menurutnya, intervensi pemerintah diperlukan agar nilai ekonomi sumber daya desa dapat meningkat. NTT Mart diharapkan mampu memotong rantai distribusi yang panjang sekaligus memberikan kepastian harga bagi masyarakat.

Melalui mekanisme ini, NTT Mart akan membeli langsung berbagai komoditas olahan masyarakat, seperti keripik pisang, kopi, madu, hingga kenari. Produk-produk tersebut kemudian dipasarkan kembali melalui jaringan NTT Mart di berbagai daerah maupun didorong menembus pasar luar NTT.

Adapun dengan rencana peluncuran di Sabu Raijua dalam waktu dekat, jaringan NTT Mart akan mencakup seluruh 22 kabupaten/kota di NTT. Pemerintah optimistis langkah ini dapat memperkuat daya saing produk lokal sekaligus memperluas jangkauan pemasarannya.

Strategi tersebut juga terintegrasi dengan program One Village One Product (OVOP) yang tengah digalakkan pemerintah daerah. Konsep ini mendorong setiap desa untuk fokus mengembangkan satu produk unggulan berbasis potensi lokal.

“Selama ini masyarakat sering kesulitan menjual produknya. Dengan adanya NTT Mart, hasil olahan warga langsung memiliki pasar karena dibeli pemerintah,” ujar Johni, dalam pertemuan bersama Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Veronica Tan di Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT, Jumat 13 Februari 2026.

Melalui penguatan peran NTT Mart, pemerintah berharap perputaran ekonomi desa semakin cepat, ketergantungan pada tengkulak berkurang, serta kesejahteraan rumah tangga di berbagai pelosok NTT dapat meningkat secara berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....