Filosofi Mbaru Niang, Simbol Persatuan Masyarakat Manggarai

  • 21 Sep 2026 07:52 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Labuan Bajo – Mbaru Niang atau Mbaru Gendang tidak hanya berfungsi sebagai rumah adat, tetapi menjadi pusat kehidupan masyarakat Manggarai.

Hal tersebut disampaikan tokoh budaya dari Manggarai Timur, Fidelis Semangkur, dalam program Bincang Budaya RRI SP Labuan Bajo, Rabu, 16 September 2026.

Menurut Fidelis, Mbaru Niang merupakan rumah adat berukuran besar yang menjadi pusat atau payung bagi sejumlah kelompok dalam satu keturunan besar.

“Mbaru Niang menjadi wadah untuk mempersatukan seluruh warga suku dan tempat berkumpulnya anggota suku,” jelas Fidelis.

Selain menjadi tempat berkumpul, Mbaru Gendang digunakan untuk merencanakan berbagai kegiatan masyarakat, baik program tahunan maupun bulanan.

Rumah adat tersebut juga menjadi pusat pelaksanaan sejumlah ritual adat yang tidak dilakukan di rumah pribadi.

Fidelis menjelaskan bentuk bangunan Mbaru Niang memiliki filosofi tersendiri. Atapnya yang menjulang dan mengerucut ke atas menggambarkan pusat serta kepemimpinan tertinggi.

“Bentuknya yang mengerucut ke atas memiliki makna bahwa ada titik pusat dan kepemimpinan tertinggi yang dihormati,” ujarnya.

Di dalam Mbaru Gendang terdapat ruang-ruang khusus bagi para tua-tua suku atau perwakilan dari setiap ranting suku.

Ruang tersebut menjadi tempat membahas berbagai persoalan dan menampung aspirasi masyarakat sebelum dibawa dalam musyawarah besar tingkat suku.

Menurut Fidelis, tradisi berkumpul dan duduk bersama menjadi bagian penting dalam pengambilan keputusan masyarakat Manggarai.

Mbaru Niang dengan demikian tidak hanya menyimpan nilai arsitektur tradisional, tetapi juga menjadi ruang sosial untuk menjaga persatuan dan kehidupan bersama.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....