Atap Rumah Adat Bena Simpan Filosofi Pewarisan Keluarga
- 03 Jun 2026 19:44 WIB
- Ende
Poin Utama
- Atap rumah adat Bena mengandung filosofi keluarga, identitas, dan pewarisan adat masyarakat Ngada.
- Kampung Adat Bena tetap mempertahankan keaslian rumah adat, tradisi, dan situs megalitik sebagai daya tarik wisata budaya.
- Terdapat tiga jenis rumah adat, yaitu Sao Saka Puu, Sao Saka Lobo, dan rumah pendukung yang dibedakan melalui simbol pada atap.
- Sistem kekerabatan matrilineal tercermin dalam posisi penting rumah perempuan sebagai pusat kehidupan dan pewarisan keluarga.
- LP2MB memanfaatkan pendapatan wisata untuk mendukung pelestarian rumah adat, situs budaya, dan edukasi generasi muda.
RRI.CO.ID, Ngada - Atap rumah adat di Kampung Adat Bena, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur, tidak hanya berfungsi sebagai pelindung bangunan, tetapi juga menjadi simbol identitas keluarga dan pewarisan adat. Filosofi tersebut disampaikan Ketua Lembaga Pengelola Pariwisata Megalith Bena (LP2MB), Fransiskus Timu, dalam program Bincang Budaya RRI, Rabu, 3 Juni 2026.
Fransiskus menjelaskan Kampung Adat Bena merupakan salah satu destinasi wisata budaya yang masih mempertahankan keaslian rumah adat, tradisi, dan peninggalan megalitik. Kondisi itu menjadikan Bena sebagai salah satu kampung adat yang banyak dikunjungi wisatawan sekaligus pusat pelestarian budaya masyarakat Ngada.
Menurutnya, rumah adat Bena terdiri atas Sao Saka Puu sebagai rumah pokok perempuan, Sao Saka Lobo sebagai rumah pokok laki-laki, serta rumah pendukung. Masing-masing memiliki simbol berbeda pada bubungan atap yang mencerminkan fungsi dan kedudukan dalam struktur sosial masyarakat adat.
Ia mengatakan bentuk atap yang meruncing ke atas melambangkan keyakinan masyarakat terhadap Dewa Zeta sebagai Sang Pencipta. Sementara itu, keberadaan Sao Saka Puu yang berukuran lebih besar menunjukkan kuatnya sistem kekerabatan matrilineal yang menempatkan perempuan sebagai pewaris garis keturunan.
Fransiskus menuturkan simbol-simbol pada rumah adat tidak sekadar menjadi ornamen, tetapi juga media pembelajaran nilai budaya bagi generasi muda. Penghormatan kepada perempuan, persatuan, gotong royong, dan kerja sama menjadi nilai utama yang terus diwariskan dari generasi ke generasi.
Di tengah perkembangan pariwisata dan modernisasi, masyarakat Bena berupaya menjaga keseimbangan antara pelestarian budaya dan peningkatan ekonomi warga. Melalui LP2MB, sebagian pendapatan dari sektor wisata dialokasikan untuk pemeliharaan rumah adat, pelestarian situs megalitik, serta edukasi budaya bagi generasi penerus.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....